Persiku Junior Cukur Persekap Junior Empat Gol Tanpa Balas

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Empat gol berhasil disarangkan para pemain Persiku Kudus Junior ke gawang Persekap Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/8/2018). Bertanding di hadapan publik sendiri di Stadion Wergu Wetan Kudus, skuad Macan Muria Muda tampil apik dan menjaga asa melaju ke babak 12 besar Piala Soeratin Zona Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Meski terus melancarkan serangan dan menguasai pertandingan sejak menit awal, namun sempat terjadi kebuntuan hingga 45 menit pertandingan berjalan. Gol pembuka Persiku baru lahir menjelang jeda melalui servis bola mati.

Menyerang dari sisi pertahanan Persekap, pemain tuan rumah dijatuhkan di depan pojo kiri kotak penalti lawan. Tendangan bebas yang dieksekusi Apriliani Fajar Rizqi berhasil bersarang di jala gawang Persekap yang dijaga Aditya Yudiansyah. Macan Muria Muda unggul 1-0 hingga turun minum.

Di babak kedua serangan yang dilancarkan Persiku semakin menjadi-jadi. Kerja sama apik yang dipertontonkan sang kapten Farokhul bekerjasama dengan Apriliano, mampu memporakporandakan barisan pertahanan tim tamu.

Bahkan Farokhul mampu mencetak gol selepas peluit babak kedua dibunyikan. Sayangnya gol tersebut dianulir wasit karena pemain nomor punggung 20 itu sudah terlebih dahulu berada pada posisi offside.

TRENDING :  Suporter Tuntut Kejelasan Nasib Persiku

Sepuluh menit berselang Farokhul kembali membuat peluanh. Kerja sama ala tiki taka dengan Apriliano membuat kapten Macan Muria Muda mampu merangsek hingga kotak penalti dan melepaskan tendangan mendatar. Beruntung penjaga gawang Persekap sigap menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan penjuru yang ketiga di babak kedua.

Gempuran terhadap Laskar Ki Ageng Cempaluk tak berhenti, giliran pemain pengganti Khoirul Anam yang dimasukkan pada menit 55 membuat peluang. Tendangan dari luar kotak penalti melaju kencang tipis di atas mistar gawang.

Farokhul layak dijuluki sebagai pemain terbaik dalam laga ini. Berkatnya banyak peluang dihasilkan tuan rumah. Menit 66 Farokhul memberikan assist kepada Safna Maula Delpi, yang mencetak gol cantik. Persiku unggul 2-0.

Farokhul kembali beraksi pada menit 73 dengan merangsek ke jantung pertahanan tim tamu yang memaksa penjaga gawang Aditya Yudiansyah menjatuhkannya di kotak terlarang. Sayangnya Apriliano yang mengambil tendangan 12 pas tersebut gagal melaksanakan tugasnya.

TRENDING :  Lawan Semaru di Batik Cup 2018, Persiku Kudus Menang Tipis

Semenit berselang lagi-lagi Farokhul dilanggar Aditya Yudiansyah di areal terlarang. Kali ini Supriyadi yang ditunjuk menjadi algojo 12 pas. Penjaga gawang tim tamu Aditya Yudiansyah sempat mendapat pujian dari para penonton karena berhasil menepis tendangan penalti untuk yang kedua kalinya.

Hanya saja penalti kedua untuk Persiku kembali diulang karena Aditya dianggap maju lebih dulu sebelum bola ditendang. Kesempatan emas tak disia-siakan Supriyadi yang berhasil menyarangkan bola ke pojok kiri gawang. Keunggulan Persiku bertambah menjadi 3-0.

Dua kali melakukan blunder, Aditya akhirnya digantikan M Rifqi Arafi pada menit 76. Laga yang seolah berakhir 3-0 berubah di masa injury time. Mendapat tambahan waktu lima menit dimanfaatkan Persiku untuk terus menerus menyerang. Hasilnya pada menit 90+4 tuan rumah kembali mendapatkan hadiah penalti.

Aktornya utamanya adalah Farokhul yang tiga kali memberikan hadiah penalti karena dilanggar di kotak penalti. Arifin yang kali ini tampil sebagai penendang menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai.

TRENDING :  Persiku Kudus Siap Balas Kekalahan

Pelatih Persiku Kudus Junior Cucun Sulistyo mengatakan, penampilan anak asuhnya mengalami peningkatan pesat. Hanya saja masih ada catatan tentang recovery pemain yang kurang. Hal itu didasarkan pada kondisi pemain yang mudah jatuh hingga cedera sepanjang laga berlangsung.

Sementaea disinggung dua penalti yang berhasil dibaca penjaga gawang lawan, Cucun mengakui belum ada persiapan untuk untuk tendangan penalti. “Kita fokus memperbaiki lini serang dan pertahanan tim usai dua kali kalah dari PSIS. Sehingga tidak mempersiapkan tendangan penalti,” tuturnya.

Sementara itu Pelatih Persekap Kabupaten Pekalongan Heri Eko Prastio mengatakan, kecewa dengan hasil yang didapat. Meski begitu ia tetap bersyukur karena dengan hasil ini dapat menambah pengalaman anak asuhnya.

“Kita memang kirang persiapan dalam mengarungi Piala Soeratin musim ini. Namun dari hasil yang diperoleh selama babak penyisihan akan kita jadikan hikmah untuk memperbaiki kualitas pemain ke depan,” ujarnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :