Petani Bawang Merah Bertubi Merugi

Petani Bawang Merah Bertubi Merugi

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Panen bawang merah tahun ini, petani dipastikan merugi. Pasalnya, harga bawang merah yang sebelumnya Rp 25 ribu per kilogramnya, kini anjlok diangka Rp 9 ribu per kilogram.

Tidak sampai disitu, keadaan semakin membuat petani terpuruk, akibat serangan hama ulat yang menyerang tanaman bawang merahnya. Seperti yang menimpa petani di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

“Ya selain harganya turun drastis, keadaan diperparah dengan serangan hama ulat yang mengurangi jumlah hasil panen petani,” keluh Kepala Desa Ngurenrejo, Sudiyono, Minggu (26/3) kemarin.

TRENDING :  Kerangka Manusia Ditemukan di Parit RPH Kedunglawah

Hama jenis ini, sangat sulit diberantas karena perkembang biakan dan persebarannya sangat cepat. Bahkan, obat hama sejenis pestisida tidak mampu memberantasnya. Sehingga, petani harus telaten memotong daun bawang yang terjangkit ulat satu persatu.

“Obat merek dan jenis apapun sudah dicoba, tapi ulatnya masih saja ada. Akibatnya, per petak setidaknya petani kehilangan 25 persen hasil panennya, karena hama ini,” katanya.

TRENDING :  Hati-Hati, !!!, Ada Makelar Di BPN Pati

Imbuh Sudiyono, pihak Pemdes hanya dapat membantu petani dengan meningkatkan infrastruktur sektor pertanian. Seperti, memperlancar saluran irigasi dan jalan usaha tani. Sedang, untuk harga jual dan hama, pihaknya berharap bantuan dari pemerintah daerah.

Hal senada juga diamini, Suyati seorang petani setempat. Dia meminta pemerintah daerah memberikan bantuan terhadap petani, baik peningkatan harga jual bawang maupun penanggulangan terhadap hama.

TRENDING :  Kapolsek Wedarijaksa Nyamar Jadi PSK, Bisnis Esek-Esek Berhasil Terbongkar

“Harapannya ya pemerintah pusat bisa meningkatkan harga jual bawang merah, agar turunnya tidak sejauh ini. Selain itu, ya dibantu obat-obatan yang cocok untuk membunuh hama ulat,” tuturnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*