Petani Karangrowo Berharap Pemerintah Supaya Memberi Bantuan Korban Banjir.

Petani Karangrowo Berharap Pemerintah Supaya Memberi Bantuan Korban Banjir.

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Bulog Pati kurang merespon keluhan Petani Korban Bencana Banjir, hal ini disampaikan seorang petani Sutrisno Warga Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati saat melakukan persiapan evakuasi korban banjir Jumat, (10/02).

“Saya sangat menyayangkan kebijakan pemerintah dalam hal ini bulog, bulog membuat aturan yang tidak pro petani, coba mas, saat ini petani sulit untuk menjual gabah basah hasil panen, harapan kami bulog mau menerima membeli walupun harga dibawah standard tidak jadi masalah, kenyataanya bulog memberikan syarat yang tidak mungkin petani di Desa Kami bisa memenuhi syarat tersebut padahal dalam kondisi banjir seperti ini harusnya bulog membantu petani korban banjir.” Ungkap Sutrisno.

Lanjut, Sutrisno juga mengatakan, kondisi petani Warga Desa Karangrowo saat ini sangat memprihatinkan hal ini dikarenakan tanaman padi yang sudah berumur 2,5 bulan siap panen tidak bisa panen karena sudah didahului datangnya banjir. Banjir yang menggenang di area persawahan secara cepat membuat warga tidak bisa menyelamatkan hasil taninya.

BACA JUGA :  BUPATI TANAM CABE BERSAMA KELOMPOK WANITA TANI

” Banjir untuk tahun ini datangnya sangat cepat, sebagian petani Desa Karangrowo tidak bisa menyelamatkan hasil tanam padinya yang sudah berumur 2,5 bulan, sementara biaya produksi untuk tanam sangat tinggi mulai dari pembelian pupuk, obat hama yang lebih mahal lagi ongkos buruh tani.” Tambah Sutrisno.

Di Desa Karangrowo luas lahan pertanian padi mencapai 130 Hektar, dari hasil pertanian biasanya mampu menghasilkan puluhan ton gabah basah kalau dijual dalam 1 Hektar mencapai 15 juta. Sementara diprediksi kerugian petani akibat banjir khusus Desa Karangrowo mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Sutrisno berharap kepada pemerintah supaya membantu dan memperhatikan nasib petani khususnya korban banjir untuk memfasilitasi agar hasil panen bisa dibeli oleh pemerintah atau bulog sehingga petani korban banjir bisa sedikit lega karena bisa menanam kembali usai banjir.

BACA JUGA :  Hujan "Salah Mongso", Akibatkan Produksi Palawija Terganggu, prediksi Turun Di Angka 10-20%

” Saya dan Petani Warga Desa Karangrowo sangat berharap agar pemerintah sudi membantu petani padi akibat korban banjir, sehingga ke depan petani bisa menanam kembali usai banjir. Tutup Sutrisno. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post