Petani Undaan : Hentikan Monopoli Tunggal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Petani Undaan : Hentikan Monopoli Tunggal Distribusi Pupuk Bersubsidi

Kudus, isknews.com – Pada unjukrasa aksi Damai ratusan petani Undaan yang menamakan dirinya Forum Peduli Petani Undaan(FPPU) terkait kelangkaan pupuk bersubsidi utamanya jenis SP36 di halaman depan gedung DPRD Kudus kemarin, Kamis (09/11/17).

Tuntutan utama mereka adalah agar pemerintah Kabupaten Kudus melakukan pembenahan sistem distributor pupuk, mengentikan monopoli tunggaldalam pendistribusian pupuk, rasionalisasi pengecer pupuk(disesuaikan dengan luasan lahan pertanian dimasing masing desa), peningkatan pemahaman dan penguasaan lapangan mengenai persoalan pertanian oleh Dinas terkait dan Solusi dari dampak diberlakukanya Kartu Tani (KT).

Sejumlah wakil mereka diterima dan beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Ilwani dan Nurhudi, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Catur Sulistiyanto serta Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti di ruang sidang Komisi C gedung DPRD Kudus.

Dalam audiensi tersebut Suroyo, perwakilan dari FPPU, melontarkan permintaannya kepada para pemangku distribusi pupuk agar ada solusi pendistrisibusian pupuk yang baik dan benar.

“Jangan memberikan pupuk pada saat kita tidak butuh dan saat membutuhkan pupuk malah sangat langka, kami minta setiap bulan Agustus ditingkat pengecer harus ada pupuk untuk menghadapi musim tanam dan ini tidak hanya di kecamatan Undaan,” katanya.

TRENDING :  Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kedung Ombo Akrab berharap, distributor pupuk menjalin kerja sama dengan P3A.

“Setidaknya, distribusi pupuknya sesuai kebutuhan petani, karena pendistribusian per bulan memang rawan terjadi penyelewengan karena kebutuhan petani tidak setiap saat,” ujarnya.

Kebutuhan pupuk, kata dia, dimulai saat petani mulai pembibitan untuk melakukan pemupukan pertama dan kedua.

“Jika pemupukannya tidak tepat waktu, maka petani tidak punya harapan dengan hasil panen tanaman padinya,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu memperhatikan aspirasi petani, karena wilayah Undaan merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Kabupaten Kudus.

Pada audiensi tersebut, semua peserta aksi sepakat bahwa perlu ada jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi ketika dibutuhkan petani.

Meskipun diinformasikan sudah ada pendistribusian pupuk bersubsidi, terutama pupuk jenis SP-36 ke Kecamatan Undaan, ternyata sejumlah petani menyangkal mengingat di tingkat pengecer belum tersedia.

Pada audiensi tersebut, petani juga menuntut pembenahan sistem distribusi pupuk dan meminta penghentian monopoli tunggal dalam distribusi pupuk.

TRENDING :  Budidaya Kopi Arabica Warga Bageng Tembus Pasar Luar Jawa

Hal itu seperti disampaikan oleh Maduka, perwakilan pengecer pupuk dan gapoktan kecamatan Undaan yang memohona agar distributor yang ada selama ini diganti karena menurutnya disinyalir sebagai distributor nakal.

“Agar di kecamatan undaan diadakan distributor sendiri karena diundaan merupakan daerah penyangga pangan dan pola kebijakan pendistribusian pupuk harus dirubah jangan setiap bulan dan pendistribusian pupuk sesuai dengan masa tanam biar kebutuhan pupuk bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir memang tidak ada evaluasi atas kinerja distributor.

“Sebelumnya, hal itu dilakukan secara rutin guna memastikan distributor pupuk tersebut memiliki kinerja yang baik atau tidak,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata dia, ada perubahan aturan, termasuk penunjukan distributor pupuk menjadi kewenangannya produsen.

“Kami segera menindaklanjuti keluhan petani untuk disampaikan kepada produsen. Jika memang distributor perlu ditambah, akan segera kami sampaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto menegaskan, stok pupuk saat ini tersedia aman.

TRENDING :  Dinas Perdagangan Gelar Rapat Lintas Sektoral Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi

Apalagi, lanjut dia, di gudang saat ini terdapat sebanyak 963.310 ton.

Pupuk sebanyak itu, meliputi pupuk jenis ZA sebanyak 233.990 ton, SP-36 sebanyak 297.500 ton, pupuk phonska sebanyak 392.550 ton, dan pupuk petroganik sebanyak 39.360 ton.

Di luar itu, katanya, masih ada sisa delivery order (D0) sebanyak 139.000 ton, terdiri atas 34.000 ton pupuk ZA, 34.000 ton pupuk SP-36, phonska sebanyak 53.000 ton, dan petroganik sebanyak 19.000 ton.

Ia menegaskan, bahwa stok di gudang penyangga pupuk Kudus masih aman dan sanggup mencukupi kebutuhan musim tanam 2017-2018.

Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mendukung, usulan penambahan distributor.

Hanya saja, kata dia, usulan tersebut harus ada alasan kuat dan calon distributor yang memiliki permodalan cukup.

“Jangan sampai distributor baru nanti kinerjanya sama buruknya. Ini justru menjadi kesalahan,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, DPRD Kudus akan menggelar mediasi kembali dengan mengundang distributor dan produsen pupuk secepatnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post