Peternak Lebah Madu Kudus Kesulitan Lahan Angon

oleh
Gambar ilustrasi para peternak lebah madu di area pegunungan (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Wirausaha budi daya lebah madu, di kawasan wilayah Kabupaten Kudus bisa dikategorikan langka. Karena jenis budi daya ini selain memerlukan pengetahuan di bidang budi daya ternak madu juga menuntut nyali serta mental peternak berhadapan dengan sengatan yang menyakitkan dari lebah yang di budidayakannya. Keberadaan mereka juga semakin terdesak dengan semakin berkurangnya lahan angon. Sebab akhir-akhirnya kawasan pertanian semakin menyempit.

Dalam sebuah kesempatan di pertemuan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, ketua Ketua Perhimpunan Perlebahan Jawa Tengah (PPJT) wilayah K ( Kudus dan sekitarnya) Muskan yang juga didampingi pengurus lainnya, mengungkapkan bila para pelaku usaha perlebahan di Kudus yang jumlahnya mencapai 200-an saat ini kesulitan melakukan angon lebah karena semakin banyak pohon randu dan pohon berbunga lainnya yang ditebangi warga. Sehingga harus keluarga kota untuk mencarikan pakan lebah-lebah madunya.

Biasanya petani membawa lebah-lebah itu dalam kotak untuk diletakkan di kawasan tanaman yang sedang berbunga. Misalnya kawasan pohon randu atau tanaman jagung. Lebah ini bisa terbang mencapai saribunga mencapai 2 kilometer dari kotak rumahnya.

TRENDING :  50 Hektare Lahan Disiapkan Kembangkan Lebah Madu di Kawasan Logung

Dan lebah-lebah tidak membuat kerusakan pada tanaman tetapi malah membantu penyerbukan bunga untuk jadi buah. Tetapi selama ini di kalangan petani seperti jagung dan lainya berpikir bila kehadiran lebah akan mengganggu hasil buah.

“ Ini yang kami harapkan bantuan dari dinas untuk edukasi ke mereka. Kalau orang dinas yang memberikan pengertian pasti akan berbeda tanggapanya dibanding kami ,” papar pria yang juga guru itu.

Muskan berharap dengan berdirinya waduk Logung maka kawasan sabuknya bisa dimanfaatkan untuk penanaman pohon randu merah. Sebab pohon ini selain cepat tumbuh, kualitas bunga untuk jadi madu lebih baik.

“ Kami hanya mohon lahan saja. Untuk bibit kami sudah ada dan disediakan di Pengurus tingkat Jawa Tengah. Penanaman juga kami siap mengerahkan anggota untuk menanam ,” tukasnya.

Berdasarkan pengalaman pihaknya, kawasan yang bagus untuk pohon randu adalah kawasan pegunungan Muria. Yakni mulai dari Soco sampai Tergo dan gunung patiayam serta kawasan Logung. Sebab tanahnya jenis lempung merah.

“ Pertimbangan kami, lahan untuk angon lebah semakin sulit, peternak pun harus membawa lebahnya ke wilayah lain. Bahkan beberapa kali kami sampai ke Jawa Timur. Selain itu penyempitan lahan ini jika dibiarkan akan berdampak pada persaingan tidak sehat,” jelasnya.

TRENDING :  Kabid Peternakan :Populasi Ternak Kerbau 2.209 ekor. Kebutuhan Konsumsi Daging Kerbau Rata-Rata 2 - 3 ekor Perhari

Maksutnya, bahwa kadar madu asli yang dijual di pasaran maksimal hanya 40 persen. Artinya, selebihnya adalah kandungan lain yang biasa disebut petani sebagai kandungan gula atau sirup madu. Nah dengan lahan yang cukup makan pelaku usaha lebah madu bisa tetap menjaga mutu madu tanpa mengabaikan cara memanen yang baik.

“ Madu baik adalah madu masak pohon, artinya dipanen lebih dari 20 hari. Namun karena iklim dan terkendala lahan, peternak memilih memanen madu muda dan menambah bahan campuran,” ujarnya.

Persaingan yang tidak sehat tadi, bisa diminimalisir apabila peternak leluasa mengembala lebah di lahan yang luas. Mengingat, satu orang peternak biasanya akan membawa minimal 20 kotak rumah lebah yang bisa dipanen berdasarkan musim bunga.

“ Kadar keaslian madu bisa dilihat melalui uji laboratorium. Hanya saja secara logika jika pohon randu dan kelengkeng hanya berbuah satu kali dalam setahun, mana mungkin peternak lebah mempunyai stok madu kelengkeng melimpah,” bebernya.

TRENDING :  Kepala Dispertanak Angkat Bicara Terkait Ketersediaan Pupuk

Menanggapi hal ini, permohonan lahan untuk ditanami itu, Dinas Pertanian Dan Pangan Kudus siap membantu mereka karena keinginan mereka malah juga mendukung program penghijauan di Kudus. Selain itu, bibit pohon juga sudah disiapkan oleh perkumpulan perlebahan.

“ Kami dari Dinas Pertanian dan Pemkab tentu menerima dengan tangan terbuka permohonan ini. Sebab selain membawa manfaat penghijauan juga hasil pohon randu menjadi asset pemkab,” kata Catur Sulistiyanto Kepala Distanpangan Kudus yang menerima keluh kesah mereka.

” Peternak lebah madu hanya butuh sebagai tempat angon. Namun karena ini lokasi lahan berada di fasum, tentu menjadi kewenangan kebijakan Pemkab yaitu Bapak Bupati. Nanti harapan teman-teman perhimpunan perlebahan ini nanti saya sampaikan ,” tuturnya.

“ Semoga dengan adanya lahan angon di Kudus semua anggota PPJT hatinya lebih ayem karena tidak perlu ke luar daerah yang jauh ,” tandasnya. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :