Peziarah di Kudus Meningkat Jelang Puasa

oleh
Foto: PLT Kepala Dinas Perhubungan Kudus Sam'ani Intakoris menyalami peziarah yang baru saja turun dari bus di Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Jumat (27-04-2018). (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Menjelang bulan ramadan jumlah peziarah yang datang ke Kudus mengalami peningkatan drastis. Tercatat pada Kamis (26-04-2018) jumlah bus peziarah yang singgah di Terminal Wisata Bakalan Krapyak (TWBK) mencapai 60 bus.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan Sam’ani Intakoris saat meninjau TWBK, Jumat (27-04-2018). “Biasanya memang apabila mendekati bulan puasa terjadi peningkatn jumlah peziarah. Puncaknya H-7 ramadan dan akan berangsur kembali menurun hingga H-2 ramadan,” katanya.

Dijelaskan, paziarah yang datang dari luar kota akan terlebih dahulu singgah di TWBK. Selanjutnya akan menuju ke Makam Sunan Kudus dengan menggunakan moda transportasi wisata yang telah disediakan.

TRENDING :  Pengumuman Mundur November 2018, Kudus Optimis Raih Kembali Piala Adipura

Di antaranya becak, ojek, dokar, angkudes atau odong-dong. “Peziarah bebas memilih ingin naik apa ke Makam Sunan Kudus,” katanya.

Terkait tarif moda wisata, para pengunjung tidak perlu khawatir kemahalan. Sebab seluruh moda wisata sudah disesuaikan tarifnya. Becak sekali jalan Rp 15 ribu untuk dua orang, ojek sepeda motor Rp 8 ribu, serta dokar, angkudes, dan odong-odong Rp 5 ribu.

Foto: Peziarah yang turun dari bus di Terminal Wisata Bakalan Krapyak dimanjakan dengan pusat oleh-oleh dan PKL. Mereka dapat beristirahat menikmati makanan dan membawa pulang oleh-oleh atau souvenir. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Sementara untuk retribusi tempat parkir khusus untuk kendaraan peziarah diatur sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2011, bus Rp 10 ribu dan elf Rp 7.500. Ditambah dengan retribusi kebersihan sebesar Rp 300 sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2010.

Peziarah yang turun dari bus bisa langsung menuju loket untuk membeli tiket moda wisata. Bayarnya pakai tilket, jadi tidak perlu khawatir ketengkik,” cetusnya.

Peziarah juga dimanjakan dengan fasilitas yang ada di TWBK. Seperti kamar kecil yang selalu bersih setiap waktu, pusat oleh-oleh, dan aula berkapasitas 100 orang yang bisa digunkaan untuk istirahat kru bus. “Keamanan juga terjamin, tidak ada preman di sini. Petugas keamanan selalu berjaga setiap saat,” imbuh Sam’ani.

TRENDING :  Inilah Penampakan Mobil Wisata Menara Kudus Pengganti Moda Transportasi Becak Dan Ojek

Khusus menjelang puasa, lanjutnya, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Puskesmas Gribig agar berjaga di TWBK, mengantisipasi adanya peziarah yang sakit. “Jadi peziarah yang tidak enak badan bisa mampir ke posko kesehatan dulu, gratis,” tukasnya.

TRENDING :  Subuh ini, Pengajian Tafsir Al-Qur'an di Masjid Menara Kudus Dimulai

Salah seorang peziarah dari Gajahg, Demak, Sarjono mengatakan, hampir setiap tahundirinya bersama rombongan jamiyah yasin desa berziarah ke Makam Sunan Kudus. Biasanya kalau tidak menjelang ramadan dilakukan pada bulan Muharram.

Terpisah Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat dikonfirmasi terkait keamanan para peziarah mengungkapkan, menjelang puasa pihaknya sudah menyiagakan ratusan anggota untuk mengantisipasi angka kejahatan.

Apalagi di Kudus yang mendekati pilkada juga rawan kejahatan. Sebab, menurutnya biasanya saat musim pilkada kejahatan meningkat. “Harapannya selalu kondusif, tapi kita tetap mengantisipasi agar tetap aman terkendali,” tuturnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :