Piala Soeratin 2018 : Persiku Kudus Tersingkir

oleh
Piala Soeratin 2018 : Persiku Kudus Tersingkir
Foto: Persiku Kudus Junior saat berlaga di Stadion Wergu Wetan Kudus beberapa waktu lalu. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Persiku Kudus Junior dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Piala Soeratin yang diraih musim lalu. Kepastian itu didapat usai skuat Macan Muria Muda menelan kekalahan dari BJL 2000 Semarang dengan skor 6-1, Minggu (9/9/2018).

Tim besutan Cucun Sulistyo datang ke Stadion Pandanaran Semarang bermodalkan hasil imbang pada putaran pertama babak 12 besar, yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Minggu (2/9/2018).

Sayangnya pada pertandingan kali ini tim kebanggaan masyarakat Kudus sama sekali tak mampu berkutik. Penjaga gawang Persiku Junior Fazal Khan dipaksa memungut bola enam kali sepanjang laga yang sejatinya merupakan partai hidup mati bagi kedua kesebelasan itu.

Petaka bagi Persiku sudah dimulai sebelum pertandingan dimulai. Penjaga gawang Husna Al Malik Riwani Saputra mengeluh sakit pada kaki kanannya. Tim Persiku berupaya melakukan perubahan daftar susunan pemain (DSP), namun tidak disetujui oleh pengawas pertandingan.

“Kita sudah berupaya melakukan perubahan DSP tapi dari pengawas pertandingan tidakengizinkan dengan alasan DSP sudah masuk. Akhirnya kita rugi karena hanya memiliki sisa dua pergantian pemain saja,” kata Asisten Manajer Persiku Junior Arifin kepada ISKNEWS.COM.

TRENDING :  Kebobolan Di Menit Akhir, Persiku Gagal Melaju Ke Final

Husna akhirnya tetap masuk lapangan dan langsung digantikan Fazal Khan. Meski mengalami sedikit permasalahan sebelum pertandingan, Persiku justru mampu menguasai permainan selama 15 menit pertama. Sayangnya ketika pemain fokus menyerang justru kecolongan.

Kapten BJL 2000 Semarang Adithya Jory Guruh Setiawan membuka gol kemenangan tuan rumah pada menit 18. Tertinggal satu gol tak membuat tim tamu patah semangat untuk terus melakukan serangan. Hanya saja mental para pemain Macan Muria Muda turun drastis ketika gol kedua tuan rumah tercipta.

Pada menit 29 Ricky Ananda Olivera menggandakan keunggulan BJL 2000 Semarang. Berawal dari tendangan penjuru dan terjadi kemelut di depan mulut gawang, bola muntah hasil tangkapan penjaga gawang Persiku Junior Fazal Khan berhasil disambar Ricky untuk membawa tuan rumah unggul 2-0.

TRENDING :  Yayat Siap Mundur Jika Persiku Kalah di Kendal

Gol tersebut mendapat protes dari Persiky karena menilai telah terjadi offside terlebih dahulu. Hanya saja wasit Agus Joko Utomo yang memimpin jalannya pertandingan tetap mengesahkan gol itu. Keunggulan 2-0 bertahan hingga jeda.

Dua menit babak kedua dimulai tuan rumah kembali menambah gol melalui striker Irfan Jauhari. Sebelum akhirnya mampu dibalas Persiku melalui sang kapten Farokhul pada menit 48. Sayangnya satu menit berselang Irfan Jauhari mencetak gol keduanya dalam laga ini dan membuat skor menjadi 4-1.

Skor kemenangan BJL 2000 Semarang semakin bertambah. Pada menit 85 Helvian Diaz Pratama mencetak gol kelima, sebelum akhirnya pertandingan ditutup dengan gol keenam dari pemain pengganti Farrel Arya Tri Sandika Supratikno menit kedua perpanjangan waktu di babak kedua.

Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi BJL 2000 Semarang di pucuk klasemen sementara Grup 9, babak 12 besar Piala Soeratin 2018 Zona Jawa Tengah dengan mengoleksi tujuh poin. Diikuti Persika Karanganyar dengan tiga poin dan Persiku terbenam di dasar klasemen dengan hanya memperoleh satu poin.

TRENDING :  Retak, Sandaran Talud Gedung PKL Colo Diperbaiki

Hasil ini juga memastikan Persiku Junior terhenti langkahnya melaju ke babak semifinal, sekaligus gagal mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu. Satu pertandingan sisa melawan Persika akan digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (12/9/2018).

Pelatih Persiku Junior Cucun Sulistyo mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan timnya kalah telak. Kendala teknis akibat macetnya perjalanan Kudus-Semarang dinilai membuat para pemain tidak maksimal.

Ditambah kendala teknis karena tidak diizinkan perubahan DSP juga membuat kerugian bagu timnya. Dan terakhir ketika gol kedua tuan rumah yang dianggap sudah berada pada posisi offside membuat mental anak asuh mengalami drop.

“Kita akan fokus di laga terakhir. Wajib menang di kandang sendiri sebagai penutup musim ini,” tandas Cucun. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :