Pilkada Kudus 2018, Panwaslu Awasi Kampanye Terselubung di Bulan Ramadan

by
ISKNEWS.COM
Foto: Ketua Panwaskab Kudus Moh Wahibul Minan. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ketua Panwaskab Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, kampanye terselebung dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 rentan terjadi selama Ramadan. Untuk pihaknya melakukan pengawasan mengantisipasi adanya pelanggaran yang dilakukan pasangan calon (paslon) selama bulan puasa.

Dia mencontohkan, pelanggaran atau kampanye terselubung yang bisa saja terjadi adalah pemberian uang atau sembako, dengan disisipi ajakan mendukung salah satu paslon. Atau bisa saja dengan memberikan selebaran yang berisi visi misi calon disertai ajak memilih.

Minan mengungkapkan, karena memontum di Kudus sedang ada gawe Pilkada maka para paslon maupun partai politik (parpol), apabila ingin memberikan zakat, infak, sedekah atau sebutan lainnya harus melalui lembaga resmi.

TRENDING :  Tiga Bakal Calon Bupati Kudus Daftar Melalui PPP

Hal itu merujuk pada surat edaran Bawaslu Nomor 0797 perihal pelaksanaan pengawasan larangan kampanye pemilihan gubernur, bupati dan walikota serta pemilu sebelum jadwal tahapan kampanye.

TRENDING :  Relawan Pati Optimis Menangkan Sudirman-Ida Fauziah

“Pada angka 3 disebutkan, pemberian uang atau materi lainnya meliputi pemberian uang atau materi lainnya dalam bentuk zakat, infak, sedekah atau sebutan lainnya selama bulan puasa diperbolehkan sepanjang tidak mengandung unsur kampanye,” terangnya.

TRENDING :  Tak Ingin Terjadi Kemacetan, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Tanpa Konvoi

KOMENTAR SEDULUR ISK :