PKL Balai Jagong Akan Di Relokasi Di Klaster Foodcourt

oleh
Beberapa PKL di balai jagong saat membuka lapaknya, mereka akan di relokasi di arena food court (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Melihat serampangannya penempatan para Pedagang Kaki Lima (PKL) serta makin terus bertambahnya jumlah PKL yang berdagang di arena yang di proyeksikan sebagai pusat berolahraga bagi warga, Pemkab Kudus berencana melakukan penataan ulang desain bagi penempatan mereka.

Menyikapi hal tersebut Ketua Paguyuban PKL kawasan Gor dan Balai Jagong Amin Khudori, menyambut baik rencana Bupati Kudus untuk menata ulang  Penempatan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pusat kegiatan olahraga (sport center) Kabupaten Kudus.

Saat di hubungi media ini terkait hal tersebut dirinya menyampaikan bahwa sejauh ini masih belum tahu teknis penataan yang akan dilakukan oleh Pemkab Kudus.

TRENDING :  PKL Sepanjang Jalan Rogowangsan Pati Ditertibkan Satpol PP

“Saya dengar penataan ini berupa relokasi para pedagang yang akan disediakan lahan khusus yang dipersiapkan yakni di lahan kosong di sebelah Pasar Baru, Wergu Wetan,” katanya, Kamis (18/01/2019).

“Untuk sementara kami paguyuban PKL sudah menata diri dengan membatasi sepanjang 3 meter bagi setiap pedagang yang berjualan di kawasan Balai Jagong dengan penempatan dikelompokkan seusai jenis dagangan atau jasa yang dijajakan,” terang Amin.

Dalam sebuah kunjungannya ke Balai Jagong Bupati Kudus sempat mengatakan rencananya membangun klaster untuk para pedagang yang akan didesain seperti halnya “foodcourt” modern untuk jualan PKL. 

TRENDING :  Sudiharti : Pembangunan Pasar Piji Baru, Pedagang Tak Boleh Pindah Tangankan Kios Ke Orang Lain

 “Masing-masing PKL mendapat lokasi lapak seluas 2×3 meter dan diatur satu jalur di setiap ruas jalan kawasan itu,” katanya.

Hasil pendataan ulang jumlah PKL yang diperkenankan berjualan di kompleks “sport center” Kudus maksimal 215 orang. 

Pada sebuah kesempatan Bupati yang didampingi Wakil Bupati Hartopo dalam rapat koordinasi penataan PKL bersama Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Perhubungan Kudus di ruang Command Center, mengatakan, penataan PKL di Balai Jagong dan Sport Center merupakan kebijakan jangka pendek.

“Pembangunan kawasan tersebut memang untuk pusat kegiatan dan olahraga warga, bukannya untuk berdagang, namun karena masih mempertimbangkan aspek humanis, maka Pemkab Kudus masih memberikan izin para PKL untuk berjualan.” Ujar Bupati.
     
Di tambahkannya, “khusus di jalan buntu, dibuat dua jalur, saling berhadapan. Rambu-rambu lalu lintas juga bakal dipasang, para PKL juga dikenakan biaya retribusi sebesar Rp1.200 per hari,” tandasnya.

TRENDING :  Bupati Tamzil : Kami Ingin Segera Selesaikan Persoalan Banjir di Kudus

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti menjelaskan terkait pendataan dan pendaftaran PKL Balai Jagong. Dia memberi keterangan jika tidak akan ada prioritas khusus walaupun untuk warga sekitar Balai Jagong. Dia hanya memberi syarat apabila ingin berjualan disana haruslah memiliki KTP Kudus. (YM/YM)
     

KOMENTAR SEDULUR ISK :