PKL CFD Bertambah, Pemkab Tata Ulang Penempatan Lapak

oleh
PKL CFD Bertambah, Pemkab Tata Ulang Penempatan Lapak
Foto: Salah seorang PKL CFD yang menggelar lapak di Jl. Ramelan Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Car Free Day (CFD) yang digelar setiap pekan (minggu pagi) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus sangat memberikan warna tersendiri hingga sekarang, sejak kemunculannya dari tahun 2013 silam.

Selain berolahraga dan bersantai di seputaran Alun-alun, masyarakat bisa menikmati kuliner yang digelar di Jalan Ahmad Yani. Seiringi berjalannya waktu, sejak Februari 2018 penempatan lapak PKL melebar di Jalan Ramelan Jalan dari arah Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti melalui Kabid Pedagang Kaki Lima, Sofyan Dhuhri, saat ditemui di kantornya Kamis (9/8/2018) mengatakan, Hingga berita ini dimuat, Jumlah PKL di CFD terdata masuk sebanyak 320 PKL, terbagi 2 tempat, 195 lapak menempati Jl. Ahmad Yani dan sisanya 125 menempati Jl. Ramelan. “Dulunya hanya di Jl. Ahmad Yani saja, namun seiring bertambahnya PKL, per-februari tahun ini penempatan melebar di Jl. Ramelan,” ujarnya.

TRENDING :  Empat Narapidana Rutan Jepara Dapat Remisi Bebas

Selain diatas, lanjut Sufyan, masih ada sekitar 40 pendaftar lapak yang mengisi waiting list atau masuk daftar tunggu.

TRENDING :  Kuota Terbatas Daftar Tunggu Haji Capai 20 Tahun

Diketahui, waktu CFD dimulai jam 5 – 9 pagi, Pihaknya juga mempertegas jika sudah waktunya jam 9, para pedagang harus sudah tidak di tempat. “Biasanya 15 menit sebelum jam 9, Petugas Dishub sudah berkeliling memutar dari Jl. Ahmad Yani dan Jl. Ramelan untuk menghimbau para PKL CFD. Jika masih ada yang membandel, resiko ditanggung PKL,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pihaknya akan mengganti PKL yang tidak aktif (tidak berjualan) selama beberapa pekan berturut-turut, “Nantinya, akan ditempati pendaftar yang sudah antre di daftar tunggu,” imbuhnya.

TRENDING :  ​”Tayuban Bocah Angon” Jadi Cara Warga Sadang Uri-Uri Tradisi

Apalagi sistem keanggotaan KTA sudah sebagian terdistribusi ke PKL CFD, meskipun belum semuanya. Masih kata Sufyan, “Semakin bertambahnya minat masyarakat untuk berjualan di area CFD, nantinya Pemkab Kudus akan membuat strategi supaya akan tetap efektif, kondusif, adil dan berjalan sesuai peraturan semestinya,” tandasnya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :