Polisi Amankan Begal Berkedok Debt Collector

oleh
Foto: MA (37), pelaku begal berkedok debt collector (pakai kaos) saat dimintai keterangan di Mapolres Jepara, Senin (7-5-2018). (Istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Jajaran Satreskrim Polres Jepara mengamankan pelaku pembegalan berkedok debt collector. Tersangka yakni Muhammad Asnawi (37) warga Desa Ngabul Kecamatan Tahunan. Pelaku diamankan polisi akhir pecan lalu setelah sebelumnya sempat kabur ke Jakarta. Satu tersangka sebelumnya sudah lebih dulu diamankan akhir tahun lalu dan kini sudah mendekam di penjara.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, dalam aksinya, pelaku seakan-akan menjalankan tugas menyita kendaraan yang cicilannya macet. Padahal, sepeda motor itu dijual kembali atau digadaikan. “Kasus ini sebenarnya terjadi pada Oktober tahun lalu. Namun tersangka Asnawi kabur dan baru pulang akhir pekan kemarin untuk selanjutnya ditangkap,” katanya saat gelar perkara, Senin (7-5-2018).

TRENDING :  Disuntik Imunisasi MR Tak Sakit

Suharta menambahkan, untuk kasus ini, pihaknya masih mengejar satu orang tersangka lain berinsial B yang kini masih buron. Dalam kasus ini, ketiga tersangka itu bekerja sama memanfaatkan pekerjaan sebagai debt collector untuk menyita paksa kendaraan milik Khoirul Anwar (21), warga Kabupaten Boyolali.

TRENDING :  Jalan Rusak di Nalumsari Ancam Pengguna Jalan

Saat kejadian, tersangka Asnawi beserta Budiono mencegat Khorul Anwar yang mengendarai sepeda motor Honda Tiger bernomor polisi B 6545 KKW di Jalan Kolonel Sugiono Jepara. Sepeda motor itupun dicek nomor rangka dan mesinnya oleh tersangka Budiono. Sebelum menyita kendaraan, tersangka Asnawi menunjukkan dokumen berita acara serah terima kendaraan barang jaminan atas nama Asosiasi Pekerja Jasa Finance. Sementara peran Andy membantu aksi keduanya.

TRENDING :  Rumah di Desa Pekalongan Roboh Dan Timbun Penghuninya

“Modus operandinya tersangka mencari-cari target. Ketika dapat, maka pengendara akan ditakut-takuti seakan kendaraan yang dikendarai cicilannya macet,” terang Suharta.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :