Polisi Amankan PNS Kudus Pengguna Narkoba

Polisi Amankan PNS Kudus Pengguna Narkoba

Kudus, isknews.com – Polres Kudus berhasil menangkap salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial S (51) di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu. Penangkapan dilakukan pada hari Jumat (19/8) pukul 14.30 WIB di Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Turut diamankan pula teman S berinisial MY (37) yang juga sebagai pemakai sabu-sabu. ”Keduanya sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dari hasil tes urine dinyatakan positif mengonsumsi narkoba,” kata Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (22/8).

TRENDING :  Warga Kecamatan Undaan Lega Debit Air Bendungan Wilalung Kembali Normal

14055726_120300000076247025_712213210_n

Yudy menjelaskan, saat diamankan kedua tersangka kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,4 gram. Diduga saat itu mereka sedang melakukan transaksi yang tak jauh dari rumah kedua tersangka yakni Getas Pejaten. Menurut pengakuan tersangka S, lanjut Yudy, barang haram tersebut didapat dari seseorang berinisial NJ. ”Setelah mendapat sabu-sabu kemudian dikonsumsi sendiri atau bersama temannya MY. Namun sesekali kata pelaku sabu-sabu tersebut juga dijual lagi,” terangnya.

Sementara pelaku S saat ditanya sejumlah wartawan mengaku membeli sabu-sabu tersebut dari seseorang yang biasa dipanggil NJ dengan harga Rp 500 ribu. Untuk biaya pembelian, katanya, dilakukan dengan cara patungan. ”Kami patungan belinya selanjuutnya barang tersebut juga kami konsumsi bersama,” Ujar tersangka S.

TRENDING :  Menikmati Piknik, Wisatawan Tewas Tenggelam

Selain mengamankan pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti satu bungkus klip kecil berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu. Satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna kuning, dan dua botol plastik tes urine kedua tersangka. Mereka dijerat dengan pasal Pasal 112 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat(1) huruf (a) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikitnya Rp 800.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000, karena diduga melakukan tindakan pidana narkotika sebagaimana dimaksud.

TRENDING :  Markum Hilang Di Perairan Bandengan

Perlu diketahui tersangka S merupakan salah seorang PNS yang bekerja pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus dan berkantor di Pasar Bitingan. Sementara tersangka MY merupakan pekerja swasta yang bekerja di kompeksi tas. Keduanya beralamat di Getas Pejaten, Kecamatan Jati. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.