Polisi Razia Rutan Jepara

oleh
Foto: Penghuni sel di rutan kelas II B Jepara diminta keluar lantaran petugas kepolisian menggeledah barang-barang milik tahanan dan narapidana pada Selasa (17-4-2018). Razia ini untuk memastikan tidak ada barang berbahaya di dalam sel. (zaki/isknews.com)

Jepara, ISKNEWS.COM – Jajaran kepolisian bersama dengan Kodim 0719 Jepara melakukan penggeledahan di sel tahanan rumah tahanan (rutan) kelas IIB Jepara, Selasa (17-4-2018). Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada benda-benda terlarang berada di dalam sel tahanan. Penggeledahan ini dilakukan oleh skeitar 100 anggota kepolisian dari Polres Jepara.

Kepala Rutan Jepara Slamet Wiryono mengatakan, razia ini untuk memastikan tahanan tidak membawa barang-barang yang dilarang seperti senjata tajam hingga narkoba. Meskipun sebenarnya, razia rutin terus dilakukan setiap bulannya, razia ini sebagai bentuk terapi kejut bagi penghuni lapas.

TRENDING :  Atlet Sepak Takraw Putra Jepara Sumbang Perak dan Perunggu

“Sebenarnya untuk kegiatan razia internal rutin diselenggarakan perbulan. Dalam kurun waktu tersebut, ada 20 kali penggeledahan yang dilakukan dengan cara acak. Ini untuk memastikan tidak ada benda terlarang di dalam sel,” kata Slamet, Selasa (17-4-2018).

Slamet menambahkan, kegiatan razia ini juga diselenggarakan menyongsong Hari Bhakti Darma Karya Kemasyarakatan yang jatuh pada 27 April mendatang. Oleh karena itu pihaknya menggandeng kepolisian dan TNI untuk memastikan rutan bersih dari hal-hal yang membahayakan. “Kami sengaja menggandeng kepolisian untuk melakukan razia dalam rangka menyongsong hari Bhakti Darma Karya Kemasyarakatan,” imbuhnya.

TRENDING :  Tahun ini, BPBD Tak Anggarkan Pembuatan Sumur

Saat ini, lanjut Slamet, ada 248 orang yang menghuni Rutan II B Jepara. Mereka terdiri dari 171 narapidana dan 77 tahanan. Adapun untuk pelaku dalam kasus narkoba, ada 49 orang. Mereka terdiri dari 47 laki-laki dan 2 perempuan.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, razia sel tahanan ini sebagai bentuk sinergitas antara Rutan dengan kepolisian. Ini penting untuk menjaga kondusifitas dan memastikan tidak ada hal-hal atau barang yang dilarang di dalam rutan,” kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Hendro Asriyanto.

TRENDING :  Hingga 2 Oktober, Disdukcapil Jepara Punya "Hutang" Cetak 56.441 KTP

Kapolres menambahkan dalam tiga tahun terakhir ada tren penurunan penggunaan narkotika. Hal ini karena pihaknya rutin menyelenggarakan razia. Selain itu ia meminta pelaku usaha hiburan agar jangan sampai terlibat.

Razia ini dilakukan dengan menggeledah lemari-lemari kecil dan tumpukan pakaian yang ada di kamar tahanan setelah sebelumnya penghuninya diminta untuk keluar. Selain di ruang tahanan laki-laki, petugas juga melakukan pengecekan di ruang tahanan perempuan. Dari hasil penggeledahan tidak ditemukan bahan-bahan berbahaya. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :