Polres Kudus Bentuk Satgas Anti Mafia Pangan, Antisipasi Penimbunan Jelang Puasa

Polres Kudus Bentuk Satgas Anti Mafia Pangan, Antisipasi Penimbunan Jelang Puasa

Kudus, ISKNEWS.COM – Adanya indikasi permainan para importir dan spekulan beberapa komoditas pokok pangan masyarakat, menjadi perhatian serius Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid beserta rombongannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bitingan Kudus, belum lama ini.

Hal itu terkait meroketnya harga komoditas bawang putih, karena sebelumnya harga di pasaran dijual Rp 28 ribu per kilogram, kemudian naik secara signifikan hingga mencapai Rp 60 ribu per kilogram, dan kini turun menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

TRENDING :  Pencuri HP Di Purwosari Diringkus Polisi
Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning. (ISKNEWS/MUKHLISIN)

Meskipun sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan, kondisi tersebut diyakini masih dalam tahap wajar dan belum ditemukan adanya unsur rekayasa atau kesengajaan. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengemukakan hal tersebut kepada media ini, Jumat (19/05/2017).

“Hingga kini kami belum mendeteksi adanya permainan dari para importir atau tengkulak besar dalam hal penimbunan sembako di Kudus. Khususnya bawang putih yang memang harganya cukup tinggi menjelang bulan puasa,” tuturnya.

TRENDING :  BPS : Bulan April Kudus Alami Angka Deflasi Tertinggi Di Jawa Tengah

Agusman menambahkan, sejauh ini harga di pasaran masih dalam batas wajar. meski begitu, pihaknya akan tetap mengawasi fluktuasi harga sembako di pasaran, apalagi menjelang bulan puasa biasanya terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan.

Pengawasan terhadap fluktuasi harga sembako tetap dilakukan melakukan melalui Satgas Anti-Mafia Pangan yang telah dibentuk. Di mana satgas ini dibentuk dengan tujuan melakukan pengawasan dan penyelidikan adanya unsur permainan atau penimbunan bahan pangan di Kudus.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman sebelumnya menjelang puasa permintaan sembako atau bahan pangan lainnya meningkat cukup drastis. Hal itu acap kali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan berlebih, dengan menaikkan harga jual.

TRENDING :  KSBSI Soroti Pemberian THR Karyawan Gentong Gotri

“Biasanya sebelum adanya kenaikan harga terlebih dahulu didapati kelangkaan barang di pasaran, sehingga ada alasan untuk menaikkan harga dengan dalih stok yang terbatas sementara permintaan tinggi. Hal itu yang akan kita awasi dan pastikan persediaan bahan pangan tetap terjaga, sehingga kstabilan harga tetap terjaga hingga setelah lebaran,” tandasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*