Polres Kudus Bongkar Pabrik Miras di Tenggeles

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Polres Kudus kembali berhasil mengungkap pabrik minuman keras (miras) yang berkedok pabrik kecap, di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kamis (29/11/2018).

Sebelumnya beberapa bulan yang lalu, Sat Reskrim Polres Kudus juga berhasil mengungkap pabrik miras yang disebut terbesar di Jawa Tengah, di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Tempat kejadian perkara (TKP) pabrik miras yang dibongkar kali ini tepatnya berada di sebuah ruko di Jalan Raya Kudus-Pati Km 05, turut Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo Kudus. Atau tepatnya berada di sebelah selatan traffic light Tenggeles.

TRENDING :  Polisi Gerebek Pabrik Miras Terbesar se-Jateng di Prambatan Lor, Begini Tanggapan Bupati Kudus

Menurut Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Wakalpolres Kompol M Ridwan saat memberikan keterangan kepada awak media, didampingi Kasatreskrim AKP Rismanto, Jumat (30/11/2018), penggerebekan ruko yang diduga menjadi pabrik miras dilakukan pada Kamis sore.

“Penggerebekan Kamis sore. Saat ini TKP sudah diamankan dan diberi garis polisi. Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan,” bebernya.

Terkait rincian miras yang diamankan, Ridwan belum bisa menerangkan secara terperinci. Keterangan lanjutan menunggu hasil penyidikan dan akan disampaikan secara langsung Kapolres.

TRENDING :  Ribuan Warga Kudus Hadiri Resepsi Megah Pernikahan Putra Bupati Musthofa Di Marina Convention Center Semarang

Dari hasil penggerebekan pihaknya berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai peracim miras dan penyewa ruko. “Pengakuan yang bersangkutan (pelaku, Red), sudah mengontrak ruko sejak Agustus 2018. Namun baru mulai membuat miras dua bulan terakhir,” jelasnya.

Bersama pelaku turut diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya miras oplosan yang dikemas dalam botol plastik. Beberapa tong, baik yang kosong dan yang sudah berisi miras dengan kapasitas 150 liter.

TRENDING :  Ketua MUI Kudus Tak Menyangka Pabrik Miras Terbesar di Jateng Ada di Kota Santri

Sementara itu salah satu warga sekitar Munasri (52) mengetahui banyak orang yang datang pada Kamis sore. Namun dirinya tidak mengetahui jika itu dari kepolisian.

Menurut sepengetahuannya ruko itu digunakan sebagai pabrik kecap. “Setiap harinya ada yang menyetor gula merah. Ketima malam aromanya harum, saya kira ya prodyksi kecap. Tidak tahu kalau ternyata miras,” ungkapnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :