Polres Kudus Kirim Bantuan Air Bersih Untuk Warga Kutuk

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Polres Kudus mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Rabu (20/09/2017). Sebanyak 10.500 liter air bersih didistribusikan untuk membantu warga Kutuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan dikirim melalui dua kendaraan, yakni menggunakan satu truk tangki BPBD Kudus yang berkapasitas 5 ribu liter, dan menggunakan kendaraan taktis Armoured Water Cannon atau biasa dikenal mobil water cannon berkapasitas 6.500 liter.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan menyampaikan, bantuan yang dikirimkan Polres Kudus ini diharapkan dapat sedikit mengurangi beban warga. Mengingat prediksi musim kemarau yang diperkirakan cukup panjang hingga Februari 2018.

TRENDING :  Selain Do'a Bersama, Festival 1000 Motor motoran & Lampion Meriahkan Malam Nisfu Sya'ban

“Kami berharap masyarakat terbantu dengan droping air bersih ini, setidaknya dapat membantu untuk kebutuhan air minum sehari-hari,” katanya kepada ISKNEWS.COM, Rabu (20/09/2017).

Pemberian bantuan air bersih ini dibagi di tiga titik, yakni RW 2, 3 dan 4. Hal ini dikarenakan berdasarkan laporan dari Polsek Undaan, krisis air bersih terparah di Kutuk berada di tiga RW tersebut.

Ridwan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan apakah akan ada lagi bantuan air bersih. Tidak hanya di Kutuk, di daerah lain yang membutuhkan bisa juga didroping. “Mengenai bantuan air selanjutnya kita akan konsultasi dulu ke Kapolres,” tuturnya.

Suasana pendistribusian air bersih di Kutuk berlangsung tertib. Warga yang hadir terlihat antusias dan keceriaan tampak terpancar dari warga. Menggunakan perlatan seasanya seperti ember dan penampuangan air masing-masing bergantian menerima air.

TRENDING :  Cah Juwana Pluralitas Gelar Lomba Membuat Wayang Anak-anak

Kepala Desa Kutuk Supardiono yang turut hadir berterimakasih kepada Polres Kudus yang mengirimkan bantuan air bersih. Krisis air bersih yang dirasakan warga sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

TRENDING :  Sidang Istimewa DPRD Resmi Umumkan Tamzil Hartopo Bupati Terpilih

Penyebabnya, lanjut Supardiono, dikarenakan musim kemarau berkepanjangan dan penggelontoran air irigasi dari Waduk Kedung Ombo untuk pertanian di wilayah Kecamatan Undaan yang mengalami keterlambatan.

Sehingga banyak sumur warga yang mengalami kekeringan. Ditambah lagi air PAM yang belum merata di Wilayah Kecamatan Undaan. “Air PAM di sini tidak tentu mengalirnya, sekalipun mengalir tidak begitu deras. Sehingga warga kekurangan air bersih,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :