Polres Pati Kawal Pemain Persiku Hingga ke Kudus

oleh
ISKNEWS.COM
Persipa Pati berhasil menutup Liga 3 Jateng 2018 dengan kemenangan tipis 1-0 dari Persiku Kudus. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pertandingan antara tuan rumah Persipa Pati melawan Persiku Kudus di Stadion Joyokusumo, Rabu (25-04-2018) berlangsung dalam tensi tinggi. Permainan sarat emosional laga derbi Muria membuat tegang pemain maupun penonton.

Laga akhirnya dimenangkan Laskar Saridin dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang tuan rumah dicetak Joko Purwanto pada menit 36. Persipa mengakhiri musim dengan finish di peringkat empat di bawah Persiku. Smentara Macan Muria berada di posisi tiga klasemen sementara dan dipastika menjadi klasemen akhir juga.

Hasil ini juga memastikan Persiku mengakhiri musim lebih cepat. Anak asuh Hidayat gagl melangkah ke babak delapan besar Liga 3 Zona Jawa Tengah 2018. Meski masih menyisakan satu laga namun kekalahan dari Persipa memastikan Sugeng Riyadi dan kawan-kawan tak mampu mengejar perolehan dua pesaingnya, yakni Persibara Banjarnegara dan Persekat Kabupaten Tegal.

TRENDING :  Terpuruk, Langkah Strategis Perlu Ditempuh Persipa

Usai pertandingan para pemain Persiku mendapat kawalan ketat dari Polres Pati, karena suporter tuan rumah yang sempat sedikit tak terkendali. Pemain tim tamu dikawal pulang menggunakan mobil kepolisian hingga ke Kudus.

TRENDING :  Persiku Kalah Lagi, Peluang Lolos Perempatfinal Sangat Tipis

Kapolres Pati Uri Nartanti saat dihubungi membenarkan hal itu. “Karena sedikit ada tensi yang panas dari para penonton kita amankan para pemain Persiku mulai dari hotel tempat menginap hingga ke Kudus,” ujarnya.

Pengawalan tersebut, lanjutnya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Para pemain tiba dengan selamat di Kudus bersama seluruh official tim. Terkait kejadian itu dirinya mengimbau agar para penonton lebih dewasa dalam menyaksikan setiap pertandingan.

TRENDING :  Persiku Kudus Tantang Persikaba Blora Di Final Liga Nusantara

Apalagi mengingat sepak bola merupakan sara menyalurkan kreativitas dan hobi, seharusnya disikapi untuk pengembangan olahraga. “Bukan malah menjadi pertengkaran antarpendukung,” imbuhnya.

Uri menambahkan, terkait masuknya penonton ke dalam lapangan itu terjadi pada akhir pertandingan. Saat itu para penonton meluapkan kegembiraan mereka karena tim yang didukung berhasil meraih kemenangan. “Tidak benar jika ada yang bilang terjadi kerusuhan di dalam lapangan,” tandasnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :