Posko THR Terima Sepuluh Aduan

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Posko pengaduan THR Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Kabupaten Jepara hingga Rabu (21/6/2017) menerima setidaknya sepuluh aduan penerimaan THR. Sebagian besar masih didominasi oleh pengaduan dari sektor meubel. Hal ini disampaikan oleh Kabid Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja (Hubinwasnaker) Edy Wijayanto, Rabu (21/6/2017).

Menurut Edy, aduan yang masuk didominasi soal THR yang belum dibayarkan, ada juga yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain mengadu secara langsung ke posko, ada juga yang mengadu lewat telp dan sms. “Semua aduan yang masuk kita tindaklanjuti semua, baik yang langsung maupun yang lewat telp. Akan tetapi, tetap kita sarankan untuk langsung datang ke posko,” ujarnya.

TRENDING :  Tradisi Tawur Bubur, Ingin Bersahabat dan Merawat Alam

Aduan yang masuk, kata Edy, sebagian besar sudah ditindaklanjuti dengan berkomunikasi langsung kepada perusahaan yang bersangkutan. Aduan ini karena THR dibayarkan melebihi batas waktu yang ditentukan, padahal aturannya sudah jelas, THR harus dibayarkan maksimal H-7 lebaran. “Ada juga perusahaan garmen yakni PT. Bomin yang baru membayarkan Kamis (22/6/2017) besok, lantaran perusahaan mengaku jika dibayarkan sebelum H-7, karyawan akan banyak yang tidak masuk kerja,” jelasnya.

TRENDING :  Dinkopukmnakertrans Ungkap Pekerja Asing Gunakan IMTA Palsu
TRENDING :  Ratusan Orang Mati Masih Masuk DPT

Lebih lanjut Edy menjelaskan, pihaknya bersama Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Selasa (20/6/2017) juga sudah melakukan monitoring ke sejumlah perusahaan. Tiga perusahaan yang di cek yakni PT. JIALE, PT. SAMI JF dan PT. Starcam Apparel. “Tiga perusahaan yang dicek semuanya sudah membayarkan THR sesuai dengan ketentuan yang ada,” imbuhnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.