Potensi Besar Pasar UMKM Kudus Dalam Bisnis Online Market

oleh

Kudus, isknews.com- Para pedagang UMKM dan Dinas Perdagangan di Kudus akan melakukan terobosan baru dalam konsep pemasarannya.
Setelah selama ini di pasarkan dan dipromosikan secara offline, kini Dinas perdagangan Kudus mencoba untuk masuk ke pasar online.

Adanya e-commerce, UMKM Online, ini diharapkan dapat memperkuat UMKM di Kudus ini dalam penetrasi pasar nasional maupun internasional.
Aplikasi pasar daring sudah dibuat dan hanya menunggu standar operasional prosedur dalam menjalankan pasar daring tersebut.

“Aplikasi UMKM Online ini merupakan respon kami pada peluang besar bisnis e-commerce di Indonesia,” ,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno di Kantornya, Selasa (2/1/17).
Nantinya aplikasi UMKM online ini dapat dengan mudah diakses di dua platform yaitu website bisa di download di Google Play & App store untuk kemudian bisa di install pada smart phone.

TRENDING :  Rugikan Masyarakat Penyerapan Anggaran Pembangunan Yang Kurang Maksimal

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan pasar daring atau online untuk mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kudus bisa dioperasikan pada akhir Januari 2018.

TRENDING :  Kendalikan Harga Yang Tak Stabil, SPBU Wajib Layani Pembelian Gas Elpiji 3 Kilogram

Menurut dia, ada beberapa aturan yang harus dipersiapkan, karena nantinya dalam bertransaksi apakah pembayarannya melalui rekening masing-masing pedagang atau harus melalui rekening yang disediakan Dinas Perdagangan. Selain itu, kata dia, soal sponsor juga harus dibuat aturannya agar nantin setelahya tidak muncul permasalahan.

Berbagai pilihan pembayaran yang mempermudah dalam bertransaksi online juga tersedia di UMKM yaitu Cash On Delivery (COD), Bank Transfer dan Kartu kredit.

“UMKM Online ini untuk memperkuat dan memperluas pelayanan kepada pelanggan.Pemkab Kudus menginginkan UMKM di Kudus berkembang dengan baik, sehingga mencoba membantu mereka melalui media promosi pasar daring,” ujarnya.

Setelah semua aturan disiapkan, langkah selanjutnya Dinas Perdagangan akan mendatangi masing-masing pelaku UMKM untuk diajak memasarkan produknya melalui pasar daring UMKM.
Pasar daring diharapkan bisa meningkatkan promosi dan penjualannya, mengingat transaksi secara daring memang menjadi primadona di era modern seperti sekarang. “Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, UMKM, jumlah pelaku UMKM di Kudus diperkirakan mencapai 12 ribu UMKM yang tersebar di sembilan kecamatan,” pungkasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :