Prihatin Longsor, Ramai Ramai Hijaukan Kawasan Kritis Rahtawu

oleh

Kudus, isknews.com – Sebagai desa wisata Rahtawu memiliki panorama yang sangat indah, namun  selain eloknya pemandangan, di kawasan itu juga dikenal sering kali terjadi bencana tanah longsor, hal itu menurut beberapa pihak adalah akibat kurangya akar-akar pohon yang sanggup menahan kekuatan struktur tanah di dataran tinggi tersebut.


Kapolres, Dandim, Forkopimda, Senior manager PT Djarum serta sejumlah elemen masyarakat lainnya berpose foto bersama usai melakukan penanaman pohon penghijauan diwilayah Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. (Foto: istimewa)

Dalam rangka antisipasi hal tersebut, pagi tadi di dukung oleh Djarum Fondation, Polres dan Kodim 0722, BPBD serta Forkopimda Kabupaten Kudus, para pelajar dan warga masyarakat setempat, bersama-sama melakukan penanaman pohon penghijauan diwilayah Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.

Penanaman pohon di lakukan di sekitar sumber mata air Dusun Sebrang Kali, Desa Rahtawu, Gebog, Kudus.  Ada tujuh lokasi yang menjadi sasaran penanaman diantaranya lokasi sumber mata air Bunton, Tieng, Jumbleng, Watu Payung, Sentong, Banyu Semurup, dan Kokaleh.

Menurut Kapolres Kudus,  AKBP Saptono,  ada sekitar 200 bibit tanaman berbagai macam disebar disepanjang lereng gunung muria hari ini.

“Diantaranya adalah tanaman pohon Beringin, Alpukat, Kepoh, Kluwak, Aren, serta Gayam. Dengan target utama penanaman ada di dekat sumber mata air,  agar bisa menjaga penyerapan air dimasa yang akan datang,” Ujar Saptono, Sabtu (02/03/2019).

TRENDING :  Meriah!!! Ribuan Orang Banjiri Perayaan Bwee Gee 2568

Dia juga berharap penanaman pohon ini bisa berlanjut terus sehingga dapat mengurangi pemanasan global serta mencegah banjir,kekeringan dan tanah longsor. Warga masyarakat sekitar juga diminta untuk selalu menjaga tanaman tersebut agar tumbuh dengan baik.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0722 Kudus, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan hutan Rahtawu yang beberapa kali terkena longsor.

“Penghijauan ini dalam rangka penyelamatan mata air di sekitar Rahtawu. Apalagi, , mata air merupakan sumber kehidupan dan tempat berkumpulnya air agar tetap dijaga dan dirawat. Jika tidak bisa menyelamatkan air, maka masyarakatnya akan mengeluarkan air mata,” ujarnya.

Hasil survei TNI-Polri dan Djarum Foundation, katanya, jumlah mata air di sekitar Rahtawu mulai berkurang.

Untuk itu, dia mengajak, masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Mari bersama-sama membenahi kondisi Pegunungan Rahtawu,” ujarnya.

Sementara itu, Senior HRD Manager PT Djarum, FX Supanji mengajak masyarakat untuk mulai membudayakan menanam dan menanam untuk mengendalikan air yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.

“Tentunya semua orang menginginkan pegunungan yang penuh dengan pohon rindang sehingga pegunungan di Rahtawu kelihatan indah tidak ada yang gersang sehingga tidak terjadi banjir dan longsor,” ujarnya.

Hingga kini banyak warga Desa Rahtawu yang mengelola objek wisata dengan memanfaatkan aliran Sungai Gelis yang ada di Desa Rahtawu.

Selain pemandian alami, objek wisata lain yang menarik dikunjungi, yakni watu nganten, rewiji, kedung gong, puncak abiyoso, serta sejumlah petilasan tokoh-tokoh dunia pewayangan, seperti petilasan Begawan Sakri, Pandu Dewonoto, Dewi Kunti, Jonggring Saloko, Eyang Semar, dan Eyang Abiyoso.

Agar daya tariknya tetap terjaga, maka masyarakat setempat dituntut bisa melestarikan alam sekitar agar tidak rusak karena akan berdampak pada daya tarik wisatanya semakin berkurang. 

TRENDING :  Bunga Kamboja, Simbol Perjuangan Hidup dari Nenek Harni

Bahwa kegiatan ini dimotori oleh TNI dan Polri bekerja sama dengan Djarum foundaction yang sasarannya merupakan di dekat sumber mata air dengan tujuan menjaga penyerapan air agar sumber air tetap terjaga di tahun yang akan datang.

TRENDING :  Ragam Motif Batik Kudus, Tidak Melulu Menara atau Daun Tembakau

“Kita jangan melihat pohon yang ditanam tidak bermanfaat tetapi semua jenis pohon sangat bermanfaat salah satunya adalah untuk mencegah bahaya longsor maupun banjir.” pungkasnya/

Setelah apel tim dibagi 7 kelompok penanaman dan masing masing kelompok harus bertanggung jawab terhadap kelompoknya.

Adapun lokasi dan jumlah pohon penghijauan yang di tanam sebagai berikut :

a. Lokasi sumber mata air Bunton berupa :
1) Aren : 2
2) Alpukat : 15
3) Beringin :4
4) Kluwak : 6

b. Lokasi sumber mata air Tieng berupa :
1) Aren : 2
2) Beringin : 7
3) Alpukat : 20
4) Gayam : 2

c. Lokasi sumber mata air Jumbleng berupa :
1) Aren : 2
2) Beringin : 4
3) Kluwak : 10
4) Alpukat : 18

d. Lokasi sumber mata air Watu payung berupa :
1) Kepoh : 9
2) Alpukat : 20
3) Beringin : 5

e. Lokasi sumber mata air Sentong berupa :
1) Beringin : 4
2) Alpukat : 12
3) Kluwak : 11

f. Lokasi sumber mata air Banyu Semurup berupa :
1) Beringin : 5
2) Alpukat : 10
3) Aren : 4
4) Kepoh : 5

g. Lokasi sumber mata air Kokaleh berupa :
1) Alpukat : 12
2) Beringin : 4
3) Gayam : 3
4) Kluwak : 4

(YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :