Kondisi arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon Kudus yang berada di jalur Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/9). (ISK/MUKHLISIN)

Pro Kontra Ujicoba Dua Arah Jalan Jenderal Sudirman

Kudus, isknews.com – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus memastikan ujicoba Jalan Jenderal Sudriman menjadi dua arah akan dimulai 26 September 2016 mendatang. Artinya pengendara dari arah timur yang hendak menuju pusat kota dapat langsung melintas dari Pentol ke barat. Tidak perlu memutar jauh melalui Jalan HOS Cokroaminoto seperti selama ini.

Kondisi arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon Kudus yang berada di jalur Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/9). (ISK/MUKHLISIN)

Kondisi arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon Kudus yang berada di jalur Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/9). (ISK/MUKHLISIN)

Namun rencana tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat, ada yang mendukung karena menganggap dengan diterapkannya jalur dua arah di Jalan Jenderal Sudirman dapat mempercepat akses menuju pusat kota. Disisi lain tidak sedikit pula yang menilai pemberlakuan dua arah justru semakin menambah kesemrawutan arus lalu lintas.

Salah satu yang mendukung diberlakukannya jalur dua arah itu yakni Andika. Warga Jekulo ini berpendapat rencana perubahan jalur tersebut sangat tepat, karena warga yang hendak menuju tempat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tidak perlu memutar jauh.

Baca Juga :  Majikan Penyetrika Pekerja Laundri Ditetapkan Tersangka

Dia mencontohkan, selama ini warga yang hendak menuju Pasar Kliwon dari arah timur terpaksa harus memutar jauh karena jalur satu arah di jalan tersebut. Akibatnya banyak waktu yang terbuang karena rute yang ditempuh juga cukup jauh. ”Kalau diberlakukan dua arah tentu saja lebih cepat sampainya,” ujarnya saat ditemui isknews.com di kawasan Pentol, Rabu (21/9).

Senada dengan Andika salah seorang pengendara mobil Annisa mendukung langkah Dishubkominfo Kudus merubah jalur di Jalan Jenderal Sudirman menjadi dua arah. Sebab selama ini saat dirinya hendak ke Mapolres Kudus harus memutar dulu melalui Alun-Alun Simpang Tujuh. ”Sangat mendukung, ini tentunya mempermudah akses masyarakat dan dapat merpersingkat waktu tempuh,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu petugas parkir di Jalan Jenderal Sudirman mengatakan tidak sependapat terhadap rencana pemberlakuan dua arah. Sebab, dirinya menilai selama ini di sepanjang jalan itu dari Alun-Alun Simpang Tujuh hingga Pentol sering terjadi kepadatan arus lalu lintas. Banyaknya kendaraan yang melintas kawasan tersebut, katanya, menjadi penyebab kepadatan.

Baca Juga :  Lakalantas Di Jalan Lingkar Selatan, Hindari mobil, Truk Box Terguling

”Misalnya di Mapolres, Pasar Kliwon, Kantor Pos, dan Toko di sepanjang jalan banyak yang mampir. Ada yang bawa motor dan mobil pribadi. Selama ini saja sudah sangat padat, apalagi ditambah kalau dua jalur tentu semakin semrawut,” jelasnya.

Dia menambahkan, perubahan dua arah ini juga dapat membahayakan pelajar yang sekolahnya ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. ”Misalkan di TK/SD Cahaya Nur, SMP 3 Kudus, dan SMP 2 Kudus biasanya banyak anak berlalu lalang di jalan, apabila nanti berubah dua jalur apa tidak membahayakan anak-anak?,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Feri salah seorang mahasiswa yang sering melintas di jalur tersebut. Meskipun diakuinya dengan diijinkannya kendaraan melintas dari arah Pentol menuju kota dapat mempercepat waktu tempuh, namun dia meminta dinas terkait mempertimbangkan kerugian lain yang dapat timbul jika benar diberlakukan rencana tersebut. ”Setidaknya nanti jika dievaluasi ternyata tidak efektif jangan sampai dipaksakan pemberlakuan permanen dua jalur,” pintanya.

Baca Juga :  Disdukcapil Luncurkan Program Baru Mudahkan Pembuatan Akta Kelahiran

Terpisah Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiarto menegaskan, pemberlakuan dua arah ini masih sebatas uji coba. Tentunya nanti akan dilakukan evaluasi berkala, jika memang dinilai efektif akan diberlakukan permanen namun apabila tidak efeketif tetap jadi satu arah.

”Kita coba dulu selama 15 hari hingga satu bulan ke depan. Kalau berhasil ya dilanjutkan, tapi jika gagal tetap satu jalu seperti sekarang,” ujarnya.

Didik menjelaskan, pemberlakuan dua jalur ini hanya untuk kendaraan kecil saja seperti sepeda, motor, becak, dan mobil pribadi. Sedangkan truk dan bus tidak diperbolehkan melintas melalui arah timur, tapi diijinkan dari arah barat. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?