Produksi Kedelai di Jepara Masih Minus

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Secara umum kondisi pangan di Kabupaten Jepara, dalam kondisi cukup bahkan surplus. Akan tetapi, untuk produksi kedelai hingga kini masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Berdasarkan angka sementara yang ada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, produksi kedelai tahun ini hanya di kisaran tiga ton, padahal kebutuhan kedelai mencapai 50,74 ton, sehingga kurang sebesar 47,74 ton.

“Sehingga perlu diupayakan lagi peningkatan ketersediaannya, khususnya kedelai,” tutur Kepala DKPP Achid Setyawan saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Jepara Tahun 2017, di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah, Jumat, (15/12/2017).

TRENDING :  ​Bulan Agustus, Kudus Alami Deflasi 0,48 Persen

Akan tetapi, lanjut Achid, untuk komoditas lainnya Jepara mengalami surplus. Seperti beras yang tahun ini produksinya sebesar 150.661.828 ton. Padahal kebutuhan 108.804,870 ton, sehingga surplus 41.856,958 ton. Sedangkan produksi jagung sebesar 82.715 ton dengan kebutuhan 1.649,17 ton, sehingga surplus 81.065,83 ton. “Dengan demikian, persediaan beras cukup hingga 4 bulan kedepan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) sampai dengan Desember 2017 sudah tersalur 100 persen sebesar 13.866,480 ton. Dari aspek distribusi pangan, Achid menyampaikan, harga beberapa pangan pokok sampai dengan November 2017 beberapa menunjukkan adanya fluktuasi harga dan reatif stabil.

TRENDING :  Bulog Sub Divre II Pati Optimistis Penuhi Target Pengadaan Beras 2016

Sementara tingkat pangan per kapita per hari sesuai Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) tahun 2012, melalui pengembangan komoditas pangan, holtikultura, ternak, dan ikan, kebutuhan pangan Jepara sampai dengan November 2017 cukup (surplus). “Yaitu sesuai dengan neraca bahan makanan tahun 2017, ketersediaan sumber energi 2.559 kilokalori per hari, protein 59,06 gram per hari, artinya berada diatas kebutuhan yang ditetapkan oleh WNPG,” urainya.

TRENDING :  Resmi Launching, Persijap Jepara Siap Arungi Liga 3

Sedangkan Pola Pangan Harapan (PPH) yang merupakan susunan keragaman pangan yang didasarkan pada sumbangan energi dari kelompok pangan utama pada tingkat ketersediaan maupun konsumsi pangan di Kabupaten Jepara sesuai data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 sudah mencapai 82,3 persen, masih rendah dibandingkan dengan skor PPH tingkat nasional yakni 86 persen dan Provinsi Jateng 91,9 persen. “Hal tersebut menggambarkan masih kurangnya keberagaman pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Jepara,” ujar Achid.(Za)

KOMENTAR SEDULUR ISK :