Profesional Penuh Kasih Komitmen Setengah Abad RS Mardi Rahayu

oleh
Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto saat memberikan sambutannya pada perayaan 50 Tahun Rumah Sakit tertua di Kudus itu (Foto : YM)

Kudus,  isknews.com – Setengah abad sudah Rumah Sakit ini melayani warga Kudus dan sekitarnya, terobosan Rumah Sakit Mardi Rahayu terkait layanan pasiennyanya, satu diantaranya adalah Program layanan Kamar Tersedia Tanpa Tambah Biaya (KT3B).

Ini sejalan dengan program pemerintah yang sedang gencar mencanangkan universal coverage atau jaminan kesehatan dengan mewajibkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi peserta asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RS. Mardi Rahayu dr. Pujianto M.Kes. saat memberikan sambutannya dihadapan awak media yang di undang pada acara peringatan HUT ke 50 Rumah Sakit Mardi Rahayu, Selasa (29/01/2019).

TRENDING :  Bupati Buka Pesta Siaga Kwartir Cabang Gerakan Pramuka

” Layanan ini adalah spesifik pertama kali dilakukan oleh Rumah Sakit kami, tapi kalau kini di rumah sakit lain juga ada program yang sama, saya tidak tahu,” katanya.

Dengan kebijakan tersebut, dia berharap, penempatan sementara pasien JKN-KIS yang naik kelas tersebut tetap dapat membantu pasien, terutama pasien yang memerlukan rawat inap dan menghendaki naik kelas.

Meskipun saat ini diterapkan sistem rujukan berjenjang yang mengakibatkan penurunan jumlah pasien, kata dia, RS Mardi Rahayu tetap akan memberikan pelayanan secara profesional.

Dalam kesempatan tersebut dr Puji juga meluncurkan tagline baru Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, yakni, “Profesional Penuh Kasih”.

TRENDING :  Mohon Doanya Untuk KH Sya'roni Yang " Gerah " Semoga Lekas Sembuh

“Artinya menurutnya, bahwa SDM Rumah Sakit ini akan bekerja sesuai regulasi, sesuai kode etik profesinya namun teteap dengan penuh kasih dalam memberikan pelayanannya,” jelas dia.

Dengan komitmen ini dia berharap, kinerja rumah sakit ini menjadi semakin professional dan tepat serta cepat dan komprehensif.

Sebagai rumah sakit swasta tertua dan terbesar di Kabupaten Kudus dengan kapasitas 345 tempat tidur itu, juga tetap setia memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua masyarakat yang membutuhkan.

Kualitas pelayanan rumah sakit tersebut, bisa dilihat dari keberhasilannya meraih sertifikasi akreditasi paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), mempertahankan penetapan kelas rumah sakit sebagai rumah sakit kelas B.

TRENDING :  Tak Masuk RKPD, Pembangunan Tiga Jembatan di Kudus Tertunda

“Tak hanya itu kami juga berhasil mempertahankan pemenuhan standar sarana prasarana dan SDM rumah sakit dalam sistem Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, serta memenuhi regulasi pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan pemerintah,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :