Program BPNT Kudus Akan Diluncurkan Bulan Oktober

oleh
Program BPNT Kudus Akan Diluncurkan Bulan Oktober
Foto: Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Sehat. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pelaksanaan Progam Bantuan Non Tunai (BPNT) dari Kementrian Sosial yang dijadwalkan terealisasi bulan Juli lalu, kini diundur hingga bulan Oktober mendatang. Hal ini dikarenakan masih ada pertimbangan dan pengkajian ulang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, melalui Bidang Kelembagaan Sosial dan Keluarga Miskin, Arini Budiutami mengungkapkan hingga saat ini progam nasional BPNT di Kudus masih dalam proses persiapan.

TRENDING :  Polres Kudus dan Kodim 0722/Kudus Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

Menurutnya, penundaan progam BPNT disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya, sampai saat ini, pihaknya masih mensingkronisasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Basis Data Terpadu (BDT) hingga agen bank yang nantinya menjadi E-Warung.

“Rencana realisasi BPNT memang mundur, karena kami persiapkan secara matang. Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap BPNT benar-benar tepat sasaran. Kami usahakan pada bulan Oktober, progam BPNT di Kudus sudah berjalan,” tegasnya.

Di sisi lain, Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam hal ini Bank BNI telah menginventarisir agen bank yang nantinya akan dijadikan sebagai E-Warung. Arini, sapaan akrabnya mengatakan jika dari Bank BNI telah memetakan kebutuhan agen sebanyak 162 usaha yang nantinya akan dijadikan E-Warung.

TRENDING :  Bulan Tertib Lalin Jukir Tanpa KTA Ditertibkan

Dijelaskannya, BPNT sendiri merupakan integrasi dari progam pemerintah sebelumnya, yakni Progam Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra). BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

TRENDING :  Pendidik PAUD Akan Kembali Dapatkan Kenaikan Upah di Tahun 2020

Dilanjutkannya, mekanisme penggunaannya melalui akun elektronik dengan berbelanja bahan pangan di E-Warung atau agen yang ditunjuk. Progam ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran dan pemberian nutrisi seimbang pada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Kuota BPNT nantinya sama dengan kuota PKH dan Bansos yakni 35.166 KPM. Dengan adanya BPNT ini tidak ada lagi bantuan berupa uang tunai, karena semuanya dilakukan menggunakan kartu elektronik,” ujarnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :