Program Internship Akademi Bela Negara Lakukan Diskusi Bersama KPU dan Tokoh Masyarakat

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Mahasiswa Akademi Bela Negara (ABN) NasDem selama dua pekan di Kabupaten Kudus mendapat penugasan dalam bentuk praktikum kerja politik di tengah masyarakat. Hal itu dinamakan Program Internship ABN yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kurikulum ABN Partai NasDem.

Menurut Kholilur Rohman salah satu anggota ABN NasDem mengatakan, ABN atau Akademi Bela Negara adalah lembaga pendidikan kader yang didirikan Partai NasDem dan dimulai pertama kali pada 1 Juli 2017. Akademi ini dirancang untuk memfasilitasi pendidikan politik kader-kader bangsa agar mampu menjadi agen perubahan yang arif membaca dinamika sosial dalam alam demokrasi, serta tentu saja kuasa untuk bersikap dan bertindak bijak, efektif dan bertanggung jawab.

Dijelaskannya, ABN memiliki kurikulum tersendiri yang berbeda dari program Bela Negara Pemerintah. Kurikulum tersebut mencakup (3) tiga aspek penting yang dibutuhkan kader-kader partai politik, yakni wawasan kepribadian, kepartaian dan kebangsaan. Selanjutnya, secara pedagogis, setiap aspek diramu dan dikelola sedemikian rupa sehingga secara proporsional menjangkau ranah kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiwa.

TRENDING :  Cak Nun Pungkasi Rangkaian Gebyar Expo dan Harlah Al-Muayyad Al-Maliky ke-25

“Sebab itulah kami mahasiswa yang berjumlah 10 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia selama 2 pekan mengadakan Program Internship sebagai tugas yang diberikan kami,” ujarnya seusai diskusi bersama ketua KPU dan tokoh masyarakat di RM.Bambu wulung, Rabu (20/9/17) malam.

Dirinya mengatakan, Penugasan tersebut mempertimbangkan 4 (empat) hal, mencakup (1) proses perkuliahan yang telah mencapai 25 mata kuliah (52%) dari keseluruhan 48 mata kuliah; (2) asas efisiensi waktu dan lingkungan belajar yang terjangkau dan terkelola; (3) kebutuhan akan pembelajaran politik strategis di daerah-daerah yang menjadi barometer politik nasional yang diandaikan akan bermanfaat bagi kerja-kerja politik mahasiswa setelah kembali ke daerah masing-masing (comparative study); serta (4) dilakukan dengan benchmark program yang terukur dan dapat dimonitor pelaksanaannya.

TRENDING :  Pelantikan Pengurus IDI Cabang Kudus Tahun 2018 - 2021, Berlangsung Secara Hikmat

Untuk keperluan Program Internship tersebut, lanjut Rohman, disusun sebuah panduan yang menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan program, instrumen-instrumen yang akan digunakan mahasiswa dan panduan penyusunan laporan Program Internship.

Panduan ini juga dirancang supaya seluruh mahasiswa yang mengikuti program ini bisa memanfaatkan waktu yang tersedia dengan bijak, efektif dan efisien. Seluruh tahap akan disertai dengan gambaran metode dan strategi pendekatan yang digunakan selama pelaksanaan, seperti pengumpulan

Diharapkan, nantinya kami memperoleh potret potensi pemilih dan peta potensi daerah yang didasarkan pada analisis yang memadai, dengan cara melakukan proses curah pendapat dengan kelompok masyarakat terpilih berdasarkan peta potensi daerah.

Selanjutnya, bisa merekam dinamika potensi masyarakat dan menganalisis data potensi daerah dan pemilih sebagai bahan pengembangan program strategis pemenangan pemilu. Lalu, meningkatkan pengetahuan peserta internship tentang pendekatan partisipatif dan apresiatif dalam rangka memetakan, memberdayakan, dan memobilisasi aset-aset daerah.

TRENDING :  Tuntut Dana Rp 62 Miliar Dikembalikan, Anggota KAJ Dua Enam Ancam Bawa ke Polisi

Hal itu bertujuan pada outputnya meningkatkan keterampilan mahasiswa ABN-NasDem untuk melakukan pemetaan, pengelolaan, dan pemberdayaan aset-aset komunitas, Meyakinkan mahasiswa ABN-NasDem untuk menjadi pelatih dan fasilitator bagi praktisi.

Dijelaskannya, Sedangkan untuk pemetaan potensi daerah, Program Internship mengacu kepada pendekatan asset-based community development (ABCD) dan opinion leaders dalam konteks lokal.

Dalam pendekatan ini diandaikan bahwa aset-aset yang dimiliki oleh komunitas seperti nilai-nilai dan kearifan lokal, ketulusan orang-orangnya, serta segala perangkat hidup berupa lingkungan alam, infrastruktur, sistem ekonomi, politik, sosial dan budaya perlu dihargai keberadaannya, diberdayakan demi kemajuannya, dimobilisasi demi kehidupan komunitas yang lebih baik.

Ditambahkan Rohman, Bagi para peserta Program Internship, diharapkan mampu menjadi aktor perubahan sosial dalam masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi pertumbuhan nilai-nilai, harapan dan cara pandang baru terhadap kehidupan. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :