Program Mudik Gratis Pemprov Ternyata Mampu Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Program Mudik Gratis Pemprov Ternyata Mampu Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

SEMARANG – Program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah provinsi bersama pemkab dan pemkot mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Selain itu, sangat mengurangi kemacetan karena sekitar 9. 600 warga Jateng akan mudik menggunakan armada bus dan kereta api.

“Mudik gratis jauh hari sebelum Lebaran menggunakan kereta api dan bus itu merupakan langkah strategis. Karena otomatis dapat mengurangi kepadatan pemudik dan kecelakaan pemudik menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Kepala Biro Operasional Polda Jateng Kombes Pol Drs Subandi SH MHum saat dialog interaktif di Studio Mini Kantor Gubernur, Rabu (1/6).

Tahun lalu, lanjut dia, angka kecelakaan lalu lintas turun dari sebelumnya 1.497 kasus menjadi 1.149 kasus, korban meninggal dunia dari 979 menjadi 783 korban. Sehingga, mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta terbukti dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas menjelang Lebaran.

Lebih lanjut, Kombes Subandi menerangkan, setiap wilayah di Jateng mempunyai titik rawan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, maupun tindakan kriminalitas. Titik kemacetan arus lalu lintas terparah akan terjadi di Tol Pejagan Brebes. Selain tingkat kemacetan arus kendaraan tinggi, jalur mudik itu langganan macet akibat adanya rel kereta api dengan volume lintasan sebanyak 87 kali per hari dan lama melintas masing-masing kereta sekitar lima menit.

TRENDING :  Kepala Daerah Disarankan Cukup Open House di Wilayahnya

Terkait keamanan di jalan raya maupun di masyarakat, Polda telah memetakan daerah yang kerap terjadi kerusuhan atau perkelahian warga antarkampung. Yakni di Kabupaten Pati, Rembang, dan Brebes.

Sedangkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk dan menciptakan keamanan masyarakat, Polda Jateng rutin berpatroli dan menggelar Operasi Ketupat yang berlangsung sejak H-7 sampai H+8. Selain itu petugas kepolisian juga akan menerapkan sistem buka tutup dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di titik-titik rawan macet.

Dialog bertema ‘Kesiapan Provinsi Jateng menghadapi Idul Fitri 1436 H yang disiarkan oleh TVRI dan Radio Sonora itu juga menghadirkan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Ir Djoko Sutrisno Msi dan Wakil Ketua Bidang Riset dan Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno.

TRENDING :  Pembangunan Lapak Pedagang Pasar Johar Semarang Dikebut

Plh Sekda Pemprov Jateng Ir Djoko Sutrisno Msi menjelaskan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, pemprov Jateng selalu menyelenggarakan mudik gratis. Pada tahun ini, warga Jateng bisa mudik gratis menggunakan kereta api dan bus. Jumlah kereta yang disiapkan sebanyak dua kereta api berkapasitas 1.200 penumpang. Kereta akan mengangkut pemudik dari Jakarta tujuan Semarang dan Jakarta tujuan Surakarta. Pendaftaran mudik gratis dengan kereta api telah dimulai sejak awal April lalu.

Selain menggunakan kereta api, pemudik juga dapat memanfaatkan program pulang kampung gratis menggunakan bus. Pemprov menyediakan 78 unit bus, pemkab dan pemkot 75 unit, dan 50 unit dari Bank Jateng. Bahkan Pemkab Karanganyar menyediakan 15 unit bus khusus untuk menjemput warga Karanganyar. Rombongan pemudik kereta api berangkat tanggal 12 Juli, sedangkan bus diberangkatkan pada 14 Juli. “Syarat menjadi peserta mudik gratis cukup mendaftar dengan menunjukkan KTP Jateng di Kantor Perwakilan Jateng Jalan Darmawangsa No 8 Kebayoran Baru Jakarta,” terangnya.

TRENDING :  Kembangkan Kasus Perampokan, Polisi Cari Tiga Buronan

Djoko Setijowarno menambahkan berbagai upaya harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kendala-kendala yang kemungkinan terjadi. Seperti amblesnya Jembatan Comal pada tahun lalu yang mengakibatkan kemacetan luar biasa di jalur pantura dan jalan alternatif.

Sementara itu, terkait stok pangan termasuk beras, Plh Sekda menyatakan aman hingga delapan bulan ke depan. Bahkan harga bahan pokok hingga kini relatif stabil. Meski terjadi kenaikan di beberapa jenis bahan pangan seperti cabai dan daging sapi namun kenaikan masih terkendali. Sehingga, sementara ini pemprov belum berencana menggelar operasi pasar. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post