Program PKH Diharapkan Turunkan Angka Kemiskinan Melalui Kemandirian

by
Program PKH Diharapkan Turunkan Angka Kemiskinan Melalui Kemandirian ISKNEWS.COM
Foto: Salah seorang warga yang ingin mengurus perijinan di layanan umum Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Senin (6/8/2018). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan.

“PKH menjadi salah satu instrumen mengatasi masalah sosial. Meningkatkan status kehidupan keluarga dari tidak mampu menjadi mampu. Dari belum mandiri menjadi mandiri dengan usaha, keuletan dan kreatifitas yang dimiliki supaya hidup sejahtera dan tidak miskin lagi,” kata Lutful Hakim, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Senin (6/8/2018).

Hal itu, lanjut Luthful, tidak lepas dari peran Pendamping PKH yang tidak hanya sekedar mengurus bansos, tetapi mereka harus punya perencanaan kerja yang baik dan memiliki inovasi untuk mencapai kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

TRENDING :  Bangun Sinergi Kemitraan Usaha Mikro Kecil & Menengah Melalui "Kudus Business Forum"

Ia menegaskan setiap Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus militan dalam mewujudkan kesejahteraan penerima bansos atau KPM PKH. “Pendamping PKH harus militan. Artinya bersemangat tinggi dan penuh gairah mendorong perubahan perilaku dan kemandirian KPM PKH,” ujarnya.

TRENDING :  Setia Budi Wibowo," Kekosongan Wakil Bupati Harus Segera Diisi "

Untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan, Luthful mengaku akan mengoptimalkan peran para pendamping PKH di sejumlah titik Desa di Kudus yang terdata sebanyak 68 petugas, masing-masing petugas membimbing 25 PKH.

TRENDING :  Sekda Baru Kudus Tutup TMMD Sengkuyung II di Klumpit

KOMENTAR SEDULUR ISK :