Promosikan Kuliner Khas Kudus Melalui Patung Abstrak Penjual Lentog

Promosikan Kuliner Khas Kudus Melalui Patung Abstrak Penjual Lentog

Kudus, isknews.com – Upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan Lentog Tanjung, kepada masyarakat luas, termasuk pendatang baru dari luar kota Kudus, terus dilakukan oleh Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Langkah yang ditempuh oleh desa penghasil kuliner khas Kudus itu, adalah dengan membangun taman yang dihiasi patung penjual lentog yang sedang memikul angkringan. Lokasi taman di sudut poroliman Tanjungkarang, menghadap ke selatan.

Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno, saat dihubungi isknews.com, Rabu (08/11), di ruang kerjanya, mengatakan, bermula dari diterimanya surat dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus yang isinya memberitahukan Desa Tanjungkarang memperoleh proyek taman, lokasinya di poroliman Tanjungkarang. “Surat dari Dinas PKPLH itu pun kami sampaikan kepada warga, keputusannya mau menerima bantuan taman, asalkan bertema sesuai identitas desa kami, yakni desa sentra Lentog Tanjung.”

Permintaan itu pun ditanggapi positif oleh dinas terkait. Di atas lahan milik desa seluas 63 meter persegi yang disediakan oleh desa, dibangunlah taman yang didominasi patung penjual Lentog Tanjung yang sedang memikul anggkringan. Patung abstrak terbuat dari tembaga berwarna coklat setinggi sekitar 4 meter itu, berdiri kokoh ditengah taman yang diberi nama “Taman Lentog Tanjung”. “Harapan kami, dengan adanya patung Lentog Tanjung itu, pendatang dari luar Kudus, terutama dari arah Kabupaten Grobogan, bisa mengenal dan tertarik menikmati kuliner khas Kudus dan singgah di sentra lentog di Desa Tanjungkarang.”

Kepala Desa Tanjungkarang itu menambahkan, di sentra Lentog Tanjung itu terdapat sebanyak 20 kios yang setiap hari digunakan berjualan oleh para pedagang lentog. “Kalau di luar kios sentra lentog, jumlah warga Desa Tanjungkarang yang berprofesi sebagai penjual lentog, sekitar 100 orang. Warung Lentog Tanjung terdapat di hampir semua Kota Kudus, tidak hanya di tempat-tempat keramaian, pasar-pasar, tetapi juga di pelosok desa.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Anggota Dewan Diduga Jadi Pengguna Narkoba

Share This Post