Psikologis Siswa “Cetno” Terguncang, Kepala Sekolah Minta Masyarakat Hentikan Aksi Bully

by
isknews

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepala Sekolah SMK Raden Umar Said Kudus Fariduddin, meminta masyarakat menghentikan aksi bully yang ditujukan kepada anak didiknya Yulianto Nurkartiko. Menurut Farid kondisi psikologisnya sekarang sangat terguncang, dan dikhawatirkan dapat menggangu pelaksanaan ujian nasional karena siswa tersebut saat ini duduk di bangku kelas XII.

isknews
Waka Kesiswaan SMK Raden Umar Said didampingi wali kelas Yulianto Nurkartiko saat ditemui isknews.com di sekolah, Kamis (16/02/2017). (ISKNEWS/SHOLIHUL UMAM)

“Kami minta kepada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi psikologis siswa kami, agar menghentikan aksi bully. Karena setelah kejadian “cetno” siswa tersebut sempat mengajukan pengunduran diri dari sekolah,” katanya saat dihubungi isknews.com melalui sambungan ponsel, Kamis (26/02/2017).

Sementara itu Waka Kesiswaan SMK Raden Umar Said Ali Ridlo saat ditemui media ini membenarkan, usai insiden “cetnok yang terjadi pada Sabtu (11/02/2017), keesokan harinya, Minggu (12/02/2017) siswa tersebut tidak masuk sekolah dan sempat mengajukan pengunduran diri.

TRENDING :  Cair DAK Termin I Rehab Untuk 45 SD dan SMP Negeri di Kudus

“Yulianto bersama orang tuanya datang ke sekolah. Meminta maaf karena merasa mencemarkan nama baik sekolah. Karena itu dia bermaksud mengajukan pengunduran diri,” kata Ali.

Ali menjelaskan, setelah video “cetno” viral di dunia maya siswanya mendapat banyak kecaman dari para netizen. Bahkan bully yang diterima tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata. Akibatnya siswa merasa malu dan menyesal sehingga sempat mengajukan pengunduran diri.

TRENDING :  SD Muhammadiyah Birrul Walidain Wisuda Siswa Angkatan Pertamanya

Namun, lanjutnha, hal itu ditolak pihak sekolah yang meminta agar tidak usah menghiraukan bully yang ditujukan padanya. “Kita minta terus dilanjutkan apalagi ini tinggal ujian nasional saja,” tambah Ali.

TRENDING :  Masan : Kualitas Pendidikan Di Kudus Belum Merata, Siswa Berprestasi Masih Didominasi Sekolah Favorit

Ali mengungkapkan, pada hari yang sama ketika Yulianto mengajukan pengunduran diri, teman satu kelasnya bersama-sama datang ke rumahnya untuk memberikan dukungan dan semangat agar tetap masuk sekolah.

“Alhamdulillah pada Senin (13/02/2017) Yulianto kembali masuk sekolah. Namun hingga saat ini kondisi psikologisnya masih terguncang,” ujarnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :