Pulang dari Ibadah Haji, 8 Warga Kudus Diduga Tertular Virus MERS

Pulang dari Ibadah Haji, 8 Warga Kudus Diduga Tertular Virus MERS

Kudus, isknews.com – Setibanya dari tanah suci, Delapan orang jamaah haji asal Kabupaten Kudus diduga terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Mereka sejak 3 Oktober lalu dirawat di rumah sakit RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Selang sehari (5/10), karena membutuhkan penanganan khusus, Tiga pasien diantaranya langsung dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang Hal itu dikatakan Desi Wijioarti, Kasi Pelayanan Rawat Inap RSUD Loekmono Hadi kepada isknews.com Senin (9/10/2017).

Dikatakan Desi, Gejala sebelumnya, Kondisi pasien terduga mers mengalami batuk, demam tinggi dan sesak nafas.

Saat ini tiga dirujuk ke Kariadi, sementara lima di rawat di ruang isolasi RSUD Loekmono Hadi Kudus. Kodisinya saat ini masih stabil. Pihaknya sudah mengambil sampel lendiri tenggorokan dan tes darah untuk diuji lab. Uji lab dilakukan di Litbang Kesehatan Jakarta. “Kita berharap hasilnya cepat keluar,” ujarnya.

TRENDING :  219 Warga Kudus Peserta Paket B Jalani UNBK dan UNKP

Ia berpesan kepada masyarakat atau jamaah haji yang baru datang jika mengalami keluhan yang sama segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dikatakan Desi, penyakit MERS adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus korona sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.

TRENDING :  Menang Lawan Persikama, Persiku Naik Ke Peringkat Dua

Diketahui, MERS memang menular, tapi penularannya tidak semudah flu biasa. Virus penyebab MERS umumnya menular melalui kontak langsung, misalnya pada orang yang merawat penderita MERS yang tidak menerapkan prosedur perlindungan diri terhadap virus dengan baik.

Ditambahkan Desi, Saat ini pasien terduga MERS dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Tiga pasien diantaranya dirawat di ruangan rawat inap umum, akan tetapi masih menempati ruang isolasi. Sedangkan Dua pasien lagi ditempatkan di ruang isolasi khusus, dimana ruangan tersebut benar-benar steril.

Desi menyatakan sampai saat ini kedelapan pasien tersebut masih belum positif mengidap MERS. Saat ini, RSUD Loekmono Hadi telah mengirim sampel berupa sputum atau dahan dan darah ke Puslitbang Kemenkes Jakarta untuk diteliti.

TRENDING :  Tingkatkan keamanan Desa, Satgas TMMD Bangun Poskamling

“Ada dua pasien yang sampelnya kami ambil. Yang satu masih dirawat di sini, satu lagi sudah dirujuk ke Kariadi. Kami masih menunggu hasil tes karena dua pasien itu yang paling mendekati gejala MERS, Semoga hasilnya negatif,” jelasnya.

Sementara itu, Masvan Yulianto Kasi Keperawatan Rawat Inap RSUD Loekmono Hadi mengatakan, Bagi jemaah haji yang mempunyai gejala dalam tempo 14 hari setibanya dari Tanah Suci, supaya melapor ke Puskemas terdekat jika mempunyai gejala tanda-tanda MERS. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post