Puluhan KK di Desa Tanjung Alami Krisis Air Bersih

oleh
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sejak dua bulan terakhir, warga Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji, mengalami krisis air bersih. Sumur dan sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari telah mengering. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus datang ke dukuh tetangga dengan jarak tempuh dua kilometer.
 
Dwi Ganoto, Petinggi Desa Tanjung mengungkapkan, kekeringan ini dialami 48 kepala keluarga (KK)  di Dukuh Turung RT 35 RW 04, sejak dua bulan terakhir ini. Untuk mendapat air bersih, biasanya warga harus mencari ke dukuh terdekat yakni Dukuh Tanjungsari dengan jarak tempuh dua kilometer. “Beberapa sumur warga di sini mengering sehingga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan air harus dengan jarak cukup jauh,” katanya.
 
Ganoto menambahkan, Desa Tanjung yang berada di ketinggian 400 meter di atas permukaan air laut membuat wilayah ini kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur dan sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga mulai mengering.
 
Kondisi ini mendapatkan perhatian dari jajaran Polsek Pakis Aji yang memberikan bantuan air bersih kepada warga. Sekitar 500 liter air diberikan kepada warga yang membutuhkan itu. Dengan menjijing jerigen, warga Desa Tanjung, mendatangi truk pengangkut air bersih, bantuan dari Polsek Pakis Aji. Warga tampak gembira menyambut bantuan air bersih meski hanya mampu digunakan untuk beberapa hari.
 
Desa Tanjung menambah panjang daftar krisi air bersih di wilayah Jepara. Hingga sejauh ini, setidaknya ada enam desa yang telah melapor ke BPBD Jepara karena persoalan krisis air bersih. Diantaranya yakni Desa Kedungmalang, Desa Kalianyar Kecamatan Kedung, Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Diduga Tercemar, Air Sungai Karangrandu Menghitam