Puluhan Orang Keracunan Usai Konsumsi Nasi Kotak

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Kabag Umum RSU KArtini Jepara Mujoko melihat kondisi Vivi salah seorang korban keracunan di RSUD Kartini Jepara, Rabu (2-5-2018) siang. (zaki/isknews.com)

Jepara, ISKNEWS.COM – Setidaknya 84 orang diduga menjadi korban keracunan massal usai kegiatan doa bersama dan istighosah jelang pelaksanaan Ujian Nasional di SDN 6 Mulyoharjo Kecamatan Jepara yang digelar Senin (30-4-2018) malam. Akan tetapi, peristiwa keracunan tersebut baru benar-benar diketahui pada Selasa (1-5-2018) petang. Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak dengan menu ayam bakar yang mereka dapatkan dalam kegiatan itu.

Sampai Rabu (2-5-2018) pagi, sejumlah korban masih harus mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan info yang dihimpun, istighosah yang digelar SDN 6 Mulyoharjo, dilakukan dalam rangka menghadapi Ujian Nasional. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 98 orang.

Setelah selesai istighosah, para peserta kemudian disungguhi nasi kotak yang didalamnya juga ada beberapa makanan seperti martabak, tahu bakso dan beberapa makanan lain yang kemudian dibawa pulang. Nasi kotak dengan menu ayam bakar itu dipesan di salah satu pengusaha katering di Jepara oleh panitia pelaksana.

TRENDING :  Pesta Rakyat Jateng Diklaim Sedot 40 Ribu Pengunjung

Peristiwa keracunan itu berawal pada hari Selasa (1-5-2018), dimulai dari seseorang bernama Ani (kakak dari Vivi yang siswa SDN 6 Mulyoharjo) dilaporkan merasakan mual setelah memakan nasi kotak tersebut. Selanjutnya secara beruntun sampai Selasa (1-5-2018) malam banyak korban yang mengeluh sakit diduga keracunan makanan catering tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, akhirnya mendirikan posko di Rumah Bidan Tutik, di Desa Mulyoharjo.

Kabag Umum RSUD Kartini Jepara Mujoko mengatakan, sampai pukul 14.30 WIB setidaknya ada 27 pasien korban keracunan yang dirawat di RSUD Kartini. Korban keracunan ini mulai masuk ke rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB pada Selasa (1-5-2018). Saat ini, katanya, kondisi korban sudah mulai membaik meski masih ada beberapa yang yang masih dirawat di IGD. “Kondisinya sudah membaik,” kata Mujoko saat ditemui di RSUD Kartini Jepara.

TRENDING :  Kayu Jati Glondong Disita di Mapolsek Dawe Kudus

Mujoko menambahkan, pasien korban keracunan bisa bertambah lantaran saat ini masih ada salah satu keluarga korban yang mengalami gejala keracunan namun belum dibawa ke rumah sakit. “Tadi ada salah satu keluarga yang melaporkan jika anaknya kini badannya semakin panas dan lemas sehingga kita minta segera untuk dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mujoko mengatakan, lantaran ini merupakan kejadian luar biasa maka semua biaya pengobatan pasien akan ditanggung oleh Pemkab Jepara. “Karena ini KLB, maka akan ditanggung oleh Pemkab Jepara,” jelasnya.

Selain di rawat di RSUD Kartini, beberapa korban lainnya juga dirawat di klinik Hanis dr Iskak Jepara, RSI Sultan Hadlirin dan di Puskesmas Pakis Aji.

TRENDING :  Begini Ciri-Ciri Mayat Yang Ditemukan di Medini

Salah seorang korban Vivi Isroatul mengatakan, dari lima anggota keluarganya, empat orang masuk di rumah sakit lantaran kedua orangtua dan adiknya yang kelas VI di SDN 6 Mulyoharjo turut menikmati ayam bakar yang didapat dari acara doa bersama itu. “yang masuk rumah sakit empat orang, saya, adik serta bapak dan ibu. Sementara adik yang masih TK tidak ikut dirawat karena tidak makan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai kejadian ini. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya juga sudah mulai melakukan penyelidikan. Sejumlah pihak juga sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini. “Kita masih selidiki kasus ini,” kata Suharta. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :