Puluhan Rumdin SD Di UPT Jati Rusak Berat

Puluhan Rumdin SD Di UPT Jati Rusak Berat

Kudus, isknews.com – Puluhan unit rumah dinas (rumdin) Sekolah Dasar (SD) di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sebagian besar rusak berat dan tinggal menunggu roboh. Rumdin yang dibangun puluhan tahun juga menimbulkan kesan kumuh bagi SD yang ketempatan, sehingga Kepala UPT Pendidikan setempat, mengajukan penghapusan aset terhadap rumdin tersebut, ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sulardi, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Jumat (13/1), membenarkan hal itu. Menurut dia, rumdin SD yang diperuntukkan bagi kepala SD dan guru yang belum mempunyai rumah itu, usianya diperkirakan mencapai puluhan tahun, merupakan proyek yang pengadaannya oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Namun hanya sebagian kepala SD dan guru yang mau menempati, sebagian lagi menolak, alasanya selain sudah punya rumah sendiri. “Karena tidak ada yang menghuni dan pihak SD tidak ada pos anggaran, akhirnya banyak rumdin itu yang semakin lama mengalami kerusakan. Sebagian bahkan nyaris roboh.”

Langkah yang dilakukan pihaknya, ungkapnya lanjut, adalah mengajukan penghapusan aset ke Pemkab, melalui Bagian Aset. Tujuannya, jika rumdin itu sudah bukan lagi milik Pemkab, bisa difungsikan untuk kegiatan bagi SD setempat, misalnya untuk ruang guru, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, mushola dan lain-lain. Untuk rumdin yang bangunan fisiknya masih cukup baik, bisa direhabilitasi, sedangkan yang sudah parah, dirobohkan dan dibangun baru. “Pengajuan ke Bagian Aset itu sudah kami ajukan pada 2014 lalu, namun hingga kini belum memperoleh jawaban.”

Contoh rumdin yang bangunan fisiknya nyaris roboh dan kumuh, adalah rumdin SD Tanjungkarang 1 Kecamatan Jati, Kabupeten Kudus. Rumdin sebanyak 2 unit yang didirikan di sudut barat tanah bangunan SD 1 Tanjungkarang yang posisinya saling membelakangi, menghadap ke dalam dan keluar, hampir seluruh bagian dindingnya sudah kusam dan berlumut, kaca jendela nako sebagian sudah pecah, demikian juga sebagian genteng pada atap rumdin berukuran 7 x 7 meter itu. “Melihat kondisi bangunan rumdin yang memprihatinkan itu, pihak desa sudah pernah meminta agar dirobohkan dan dibuat bangunan baru untuk perluasan gedung TK Pertiwi Desa Tanjungkarang. Namun harus melalui prosedur yang benar,” jelas Sulardi.

Kepala SD 1 Tanjungkarang, Sri Muryani, yang dihubungi isknews.com, pada hari yang sama, membenarkan kalau rumdin di sekolahnya itu, karena bangunannya yang sudah parah, dianjurkan oleh pihak desa setempat untuk dirobohkan. Selanjutnya di tanah bekas rumdin itu rencananya akan dibangun gedung tambahan TK Pertiwi. “Kalau diperbolehkan, TK yang selama ini menghadap ke halaman sekolah, akan di rubah menghadap ke selatan, sehingga akan terlihat oleh dari jalan besar.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Seleksi Gebyar Paud Tingkat Kecamatan Bae Siap Maju Ke Tingkat Kabupaten

Share This Post