Pusat Belajar Guru Jadi Akses Belasan Ribu Guru di Kudus Tingkatkan Kualitas Diri

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus Musthofa pagi tadi meresmikan dua gedung baru yang bernilai strategis di akhir masa pemerintahannya, Dua Gedung tersebut berada di dua tempat yang berbeda, peresmian yang pertama adalah Gedung Pusat Belajar Guru Kabupaten Kudus yang merupakan Program pengembangan pendidikan yang diinisiasi oleh Djarum Foundation.

Gedung yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Gang 6 Kelurahan Mlati Norowito Kudus tersebut berdiri diatas bekas bangunan SD Mlatinorowito, selanjutnya akan menjadi tempat bagi para guru untuk meningkatkan kualitas diri dan wawasan pendidikan.

Sambutan Bupati Kudus Musthofa saat Soft Launching Fasilitas Pusat Belajar Guru. (YM/ISKNEWS.COM)

Dalam sambutannya Bupati Musthofa menyampaikan, Kudus tengah mengalami kemajuan yang pesat di dunia pendidikan. Kemajuan tersebut tidak hanya pada pendidikan vokasi yang sudah sangat dikenal ke seluruh penjuru Nusantara, namun juga untuk jenjang lainnya mulai dari PAUD/TK, SD, SLTP hingga SLTA yang mulai diperhitungkan pula pada kancah nasional.

“Guna menunjang keberlangsungan upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus, Djarum Foundation tengah mengembangkan sebuah “Pusat Belajar Guru” atau PBG di Kudus dengan tujuan untuk memberikan akses bagi lebih dari 14 ribu guru di Kabupaten Kudus dalam mendapatkan pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang terjangkau baik ditinjau dari sudut biaya, jarak, dan waktu,” katanya.

TRENDING :  Tingkatkan Minat Baca Dengan Perpustakaan Desa

Program pengembangan PBG Kudus diinisiasi oleh Djarum Foundation, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dengan melibatkan Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach selaku pelaksana program Soft launch fasilitas Pusat Belajar Guru.

Acara soft launch gedung ini adalah salah satu bagian dari rangkaian program yang sudah dijalankan selama lebih dari dua tahun terhitung dari pertengahan tahun 2016.  Program yang sudah dijalankan adalah seleksi calon guru inti dan pengelola PBG, serta serangkaian diklat.

”Dinas Pendidikan sebagai leading sector program ini akan memanfaatkan PBG untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, sehingga pada akhirnya bisa memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa di Kabupaten Kudus,” demikian Dr. H. Musthofa SE.MM, Bupati Kudus menjelaskan.

Dalam waktu yang akan datang, PBG juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pendidik yang berada dibawah naungan Kementerian Agama di Kabupaten Kudus.

Pemanfaatan PBG oleh para pendidik di luar Kabupaten Kudus sangat dimungkinkan. Dengan 65 orang Guru Inti termasuk 10 orang Pengelola PBG, diharapkan PBG dapat membangun dan memberikan manfaat yang luas kepada lebih dari 14 ribu guru yang mengajar di lebih dari 1000 sekolah dan madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Desember 2017, Target Terlaksana Aplikasi Sipintar
Penandatanganan oleh Bupati Kudus Musthofa untuk gedung pusat belajar guru (PBG) di Kelurahan Mlatinorowito gang 6, Kecamatan Kota, Kudus. (YM/ISKNEWS.COM)

Sementara itu, Felicia Hanltlo, Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation menyampaikan, “Aset utama dari Pusat Belajar Guru Kudus ini bukanlah sarana dan prasarananya melainkan tim Guru inti dan Pengelola PBG yang profesional, kompeten dan berkomitmen. Mereka adalah guru berprestasi terpilih dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK, yang sudah disiapkan selama jangka waktu satu setengah tahun untuk dapat menjadi fasilitator diklat dan agen perubahan yang transformatif dalam mendorong pengembangan kualitas guru se-Kabupaten Kudus,”  Terangnya.

Felicia juga menjelaskan, “Dengan tiga kelas lokakarya guru yang diselenggarakan dalam acara soft launch hari ini, tim PBG sudah aktif melaksanakan misi utamanya, yaitu untuk memberdayakan guru – guru, terutama yang selama ini sulit mengakses pelatihan pengembangan profesionalisme diri, agar mereka mampu mempersiapkan peserta didik yang dapat memenangkan persaingan global di abad 21 ini,” Ujar dia.

Masih di tempat yang sama, Gusman Yahya, Direktur PSF-SDO, menambahkan, “Program pengembangan Pusat Belajar Guru adalah salah satu program unggulan yang difasilitasi oleh Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF-SDO). Dengan terwujudnya PBG di Kabupaten Kudus, kami berharap akses guru akan pendidikan dan latihan akan terbuka lebih lebar, serta biaya pengembangan kompetensi guru menjadi lebih hemat. Pada akhirnya, juga meningkatkan kemampuan mengajar guru sehingga kualitas hasil belajar siswa meningkat.”

TRENDING :  Medsos Bisa Jadi Teman Anak Yang Menyesatkan

Diketahui, Hingga pertengahan 2018 ini kontribusi Djarum Foundation kepada Indonesia telah dilakukan melalui serangkaian kegiatan, diantaranya adalah pengembangan sekolah model tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) diKabupaten Kudus melalul penerapan Pembelajaraan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Pada bidang vokasi, Djarum Foundation tengah menjalankan program pengembangan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 16 SMK yang terletak di Kabupaten Kudus.

Program yang dimulai sejak tahun 2012 lalu ini menitikberatkan 14 kompetensi unggulan pada bidang keahlian teknik, kreatif ekonomi, maritim, serta kepariwisataan. Di jenjang Perguruan Tinggi, Djarum Foundation memberikan beasiswa prestasi yang disertai dengan pelatihan keterampilan lunak (soft skills) kepada lebih dari 10 ribu mahasiswa berprestasi dari 110 perguruan tinggi unggulan di seluruh 34 propinsi di Indonesia. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :