Ramai Peziarah, Jasa Foto Wisata Religi Menara Kebanjiran Rezeki

oleh
Ramai Peziarah, Jasa Foto Wisata Religi Menara Kebanjiran Rezeki
Foto: Nampak para fotografer menara saat berkumpul dan sesekali menawarkan jasa kamera. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sunan Kudus sebagai salah satu bagian dari Wali Songo di Jawa, sudah lama wafat mendahului kita, namun berkahnya bisa memberi kemanfaatan bagi orang yang masih hidup.

Libur panjang lebaran kali ini, tak sedikit dimanfaatkan banyak kalangan untuk menghabiskan waktu di tempat wisata. Seperti halnya di area Menara Kudus, yang juga sebagai target wisata para pelancong di Kudus.

Tentunya kesempatan itu tak dilewatkan oleh para pedagang dan penarik jasa transportasi di kawasan tersebut. Tak hanya mereka yang mendapatkan order dari banyaknya wisatawan saat liburan. Melainkan juga para penawar jasa foto keliling di kawasan Menara Kudus.

TRENDING :  Berdedikasi Mengabdi Puluhan Tahun, Guru di Kudus ini Peroleh Penghargaan

Dari pantauan isknews.com dilokasi pada Kamis, (21/6/2018), meskipun saat ini banyak beredar HP canggih dengan kamera yang mumpuni, namun para peziarah terutama yang datang rombongan tetap memilih jasa fotografer keliling untuk mengabadikan momen sebagai kenangan.

Ramai Peziarah, Jasa Foto Wisata Religi Menara Kebanjiran Rezeki
Foto: Nampak para fotografer menara saat berkumpul dan sesekali menawarkan jasa kamera. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kimung (52) peziarah asal Jakarta mengatakan, “Saat foto bersama rombongan dengan background menara, saya memilih menggunakan jasa tukang foto ini sebab bisa hasilnya bagus dan bisa langsung dicetak,” ungkapnya

Ia yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Kudus ini mengaku kagum dengan Menara yang bangunannya mirip seperti tempat ibadah umat hindu, cina dan arab.

TRENDING :  Seluk Beluk Desa Golantepus

Sementara itu, berkah ramainya peziarah juga dirasakan seorang tukang foto keliling disekitar Menara. Haris Siswanto (30) mengatakan, sudah 9 tahun profesi ini Ia geluti bersama puluhan rekannya itu, memang dirasa menjanjikan, sehingga saat ini ia pun masih senantiasa menekuninya.

Ia merasakan perbedaan pemasukan semenjak lebaran kedua. Dalam sehari ia bisa meraup penghasilan yang lumayan, apalagi saat momen ramai semacam ini, “Alhamdulillah, pendapatan kami bisa mencapai kelipatan 3x lipat dari penghasilan biasanya, bahkan bisa lebih” kata warga Bulung Cangkring Jekulo Kudus.

Untuk masalah harga, lanjut Haris, kami patok sama rata dan dilakukan standarisasi harga dari Paguyuban Fotografer Menara Kudus (PFMK). Ukuran kecil 6R dihargai 10 ribu, sedang ukuran besar 12R dihargai 20 ribu, lalu paling besar A3 dibanderol harga 40 ribu.

TRENDING :  UPT Puskesmas Ngembal Kulon Kudus, Jadi Puskesmas Pertama Yang Punyai Pelayanan Akupresur

Ia bersama kakaknya masuk anggota PFKM awalnya hanya coba-coba, keduanya yang sejak tingkat SMA sudah hobi dunia fotografi ini berlanjut menjadi profesi yang menjanjikan, meski fluktuatif, terkadang juga sepi dikarenakan adanya siklus.

Maksudnya, Haris menjelaskan, “setiap bulan tertentu misalnya ramadhan dan dhulqo’dah para peziarah memang berkurang, untuk bulan rame pengunjung seperti awal syawal, menjelang ramadhan dan waktu buka luwur Sunan Kudus” ujarnya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :