Ratusan Khatib Mendapat Penyuluhan Satukan Persepsi

oleh
Para khatib
Foto: Para khatib sedang serius mendengarkan pemaparan dari pemateri. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Peran khatib dalam membangun kerukunan umat di kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar menjadi pemimpin pada tugas Salat Jumat. Lebih dari itu, ia memiliki peran penting dalam mencari jalan penyelesaian terhadap persoalan umat yang dihadapi saat ini, dengan panduan Alquran dan Hadits.

Hal itu disampaikan Kabag Kesra Kudus, Mundzir dalam sambutannya, pada acara pelatihan bagi khatib se-Kabupaten Kudus. Acara yang digelar sehari tersebut, dipusatkan di salah satu hotel di Kudus, Rabu (28-02-2018).

Dalam pelatihan yang bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kudus, dibuka langsung oleh Asisten 2 bidang ekonomi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, Budi Rahmat.

TRENDING :  Razia Miras di Kudus Digencarkan

Peserta pada pelatihan kali ini, lanjut Mundzir, berjumlah 100 orang. Selain mengupas mengenai etika khatib, juga disampaikan materi manajemen dakwah Islam, serta teknik penyusunan konsep dan praktek khotbah. Narasumber yang berkesempatan menjadi pemateri dari Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi dan Hamdani, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus.

Dijelaskan Mundzir, nanti akan dilaksanakan tiga sesi dalam setahun. Hari ini sesi pertama, mengundang para khatib dengan mengundangnya dari desa-desa di Kabupaten Kudus. “Untuk agama-agama yang lain akan diadakan di sesi lebih lanjut.”

TRENDING :  PPDB SMP Dipastikan Tak Pertimbangkan Nilai USBN

Terkait peran dan fungsi khatib, Mundzir melanjutkan, ada beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang khatib di tengah masyarakat. Antara lain, sebagai pemersatu umat, menjadi benteng aqidah umat, menjadi contoh teladan bagi umat, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

“Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Khatib mesti banyak membaca untuk menambah pengetahuan keislaman, karena bagaimanapun seorang khatib pasti akan menjadi tempat bertanya oleh masyarakat soal keislaman,” katanya.

TRENDING :  Jadi Incaran Warga, Gunungan Tiwul Dikawal Ketat Dalam Kirab Budaya Eyang Suryo Kusumo

Imbuhnya, “Hakikinya, imam merupakan orang yang menjadi panutan, tauladan dan pemimpin yang diikuti oleh seluruh jamaah. Demikian juga dengan khatib yang akan membimbing umat memberikan tausyiah, mencari solusi terhadap permasalahan umat sesuai dengan ajarah Islam tertuang dalam Alquran dan Hadits.”

Ia mengakhiri, “Diharapkan, bisa mewujudkan edukasi melalui khotbahnya, jangan sampai ada kesalahan dalam persepsi di masyarakat, terkait pembinaan terhadap umat.” (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :