Ratusan Nelayan Ikut Diklat BST

oleh
Ratusan Nelayan Ikut Diklat BST
Foto: Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang membuka Diklat Dasar Keselamatan atau Basic Safety Training (BST) Gelombang l di Balai Desa Bajomulyo, Juwana Pati, belum lama ini. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Sekitar seratus nelayan di Juwana mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar keselamatan, atau Basic Safety Training (BST). Diklat yang diselenggarakan oleh Lembaga Kelautan dan Perikanan Indoniesia (LKPI) Jateng bersama Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang itu, bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan dasar bagi para nelayan agar memahami tentang keselamatan pelayaran, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan dalam pelaksanaan kegiatan di laut.

Selain mendapat materi pelatihan Basic Safety Training (BST), dalam diklat yang diadakan di Balai Desa Bajomulyo, Juwana, Pati itu para peserta juga mendapat pelajaran praktik langsung di lapangan, bagaimana cara melakukan upaya penyelamatan jika terjadi kecelakaan saat berada di tengah laut, termasuk melakukan penanganan jika terjadi insiden kebakaran kapal .

TRENDING :  Tamzil Bertekad Bawa Persiku Promosi Liga 1

Kegiatan yang dilaksanakan sejak Senin kemarin dan rencananya sampai Rabu (11-07-2018), dihadiri Direktur Eksekutif LKPI Ayub Faidiban dan Direktur PIP Semarang, Irwan.

Ayub Faidiban sangat mengapresiasi keseriusan para peserta saat mengikuti diklat. Menurutnya, pendidikan pelatihan BST sangat bermanfaat bagi para nelayan yang sehari-harinya berada di tengah laut, selain itu dengan mengikuti diklat tersebut para peserta juga akan mendapat Buku Pelaut sebagai surat dokumen untuk melaut atau sertifikat bukti layak untuk melaut.

TRENDING :  Pati Duduki Peringkat Pertama Kecelakaan Lalu Lintas

Kegiatan yang merupakan program dari Pemerintah Pusat itu, menurut Ayub bertujuan untuk membantu para nelayan agar mendapat pelatihan keselamatan dan kemahiran saat melaut.

“Para peserta diklat tidak dipungut biaya sepeserpun, karena semua biaya sudah ditanggung Pemerintah ” kata Ayub Faidiban.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Jateng Purwadi, mengatakan sampai saat ini jumlah awak kapal yang berlayar pada kapal niaga maupun perikanan, banyak yang belum memiliki sertifikat melaut. Dari 200 ribu orang awak kapal, baru sekitar 40 ribuan saja yang mengantongi sertifikat layak melaut.

TRENDING :  Nyaleg dari Parpol Lain, Aris Isnandar Mundur dari Dewan

“Kami menghimbau bagi para nelayan yang ingin mengikuti diklat BST agar segera bergabung di LKPI Jateng, dengan cara mendaftar di masing-masing kantor pengurus LKPI yang saat ini sudah ada di setiap kabupaten di wilayah Jawa tengah,” kata Purwadi.

Dikatakan, dalam program pelatihan BST tahun ini LKPI Jawa tengah mendapat kuota 3000 peserta untuk mengikuti diklat BST secara gratis. Namun sampai saat ini baru ada 300-an peserta yang mendaftar. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :