Ratusan Pekerja PT Soloroda Indah Plastik Rapat di Museum Fosil Patiayam

oleh
Tim Advokasi pekerja PT Soloroda Indah Plastik
Foto: Tim Advokasi pekerja PT Soloroda Indah Plastik, saat menyampaikan hasil mediasi dan surat anjuran dari Disnakerperinkop UKM. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ratusan Pekerja PT Soloroda Indah Plastik Kudus, Senin (12-02-201) mengadakan pertemuan di area parkir Museum Fosil Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Agenda pertemuan, penyampaian hasil mediasi dan surat anjuran dari Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus selaku mediator dan oleh Tim Advokasi Pekerja, Daru Handoyo dari DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kudus.

Daru Handoyo, usai pertemuan yang dihadiri 320 pekerja PT Soloroda Indah Plastik itu mengatakan, pihaknya selaku kuasa hukum pekerja, mengundang mereka untuk menyampaikan hasil mediasi, serta surat anjuran dari Disnakerperinkop UKM.

“Apa pun hasil mediasi itu, harus kami sampaikan kepada pekerja, juga surat anjuran dari Disnakerperinkop UKM selaku mediator,” jelasnya.

TRENDING :  Mediasi Persoalan PT Soloroda Alami Jalan Buntu
Ratusan pekerja PT Soloroda Indah Plastik
Foto: Ratusan pekerja PT Soloroda Indah Plastik, menghadiri pertemuan yang diselenggarakan tim advokasi pekerja, di area parkir Museum Fosil Patiayam, Desa Terban. (Istimewa)

Ada pun isi surat anjuran dari Disnakerperinkop UKM Kabupaten Kudus yang ditujukan kepada Pimpinnan PT Solorida Indah Plastik, Desa Terban, Kecamatan Jekulo dan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja (SP) Federasi Tekstil Sandang dan Kapas (FTSK) SPSI PT Soloroda Indah Plastik antara lain menerangkan, sehubungan penyelesaian permasalahan hubungan industrial melalui mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka sesuai pasal 13 ayat (3) Undang Undang (UU) No 2 Tahun 2004, mediator mengeluarkan surat anjuran.

Sebagai bahan pertimbangan, mediator Disnakerperinkop UKM, telah mendengarkan keterangan kedua belah pihak. Dari pihak pekerja, terungkap jumlah pekerja sebanyak 322 orang. Mulai Agustus 2017, tidak dipekerjakan oleh manajemen PT Soloroda Indah Plastik.

Sejak itu pula, selama lima bulan hingga Januari 2018, ratusan pekerja yang dirumahkan itu, belum pernah diberikan uang tunggu, kartu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tidak aktif. Sehingga pekerja tidak dapat menggunakannya. Hal itu berdampak pekerja sangat menderita.

TRENDING :  Sidang Kasus Pembunuhan di Undaan Lor Memasuki Pemeriksaan Tersangka

Dengan tidak adanya kepastian hak-hak pekerja dan kepastian bekerja. Pekerja meminta di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebagai konsekuensi dari pengajuan PHK itu, pekerja menuntut upah selama proses, sampai adanya keputusan hukum mengenai PHK pekerja.

Selain itu, pekerja juga menuntut uang pesangon dengan perhitungan, dua kali ketentuan uang pesangon, satu kali uang penghargaan masa kerja dan satu kali uang penggantian hak. Total hitungan tuntutan pekerja, sebesar Rp 16.539.783.100 untuk seluruh jumlah pekerja 322 orang.

Sementara itu, dari pihak manajemen PT Solorida Indah Plastik, menerangkan, sejak 2011 perusahaan mengalami kelesuan usaha dan secara teru- menerus mengalami kerugian.

TRENDING :  Daru Handoyo : PT Soloroda Tidak Punya Itikad Baik

Berdasarkan hal-hal tersebut, guna menyelesaikan masalah, mediator menganjurkan kepada manajemen PT Soloroda Indah Plastik, agar membayar upah selama proses terhadap masing-masing pekerja. Sebagai berikut, upah bulan Agustus sampai dengan Desember 2017, sebesar Rp 1.740.900 x 5 bulan = Rp 8.704.500 dan upah Januari 2018 Rp 1.892.500.

Selain itu, pengusaha juga dianjurkan membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan pengganti hak kepada masing-masing pekerja.

Daru Handoyo menjelaskan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihaknya, adalah penyelesaian dengan mengajukan gugatan hukum kepada pihak pengusaha. ”Kami sedang mempersiapkan materi gugatan hukum tersebut. Kalau datanya sudah lengkap, secepatnya kami ajukan.” (DM/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :