Ratusan Petugas Pemetaan Kudus Siap Hadapi Sensus Penduduk 2020

oleh
Suasana hari terakhir pelatihan bagi petugas pemetaan dan pemutakhiran muatan wilayah kerja statistik sensus penduduk (SP2020) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus (foto: Zam)

Kudus, ISKNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus adakan pelatihan petugas pemetaan dan pemutakhiran muatan wilayah kerja statistik sensus penduduk (SP2020). Kegiatan tersebut dimulai pada tanggal 27 Maret – 6 April 2019 di hotel @home, Sabtu (06/04/2019).

Seperti pernah disampaikan oleh Kepala BPS Kudus Rachmadi Agus Santosa, Sensus yang merupakan ketujuh setelah Indonesia merdeka, melaksanakan tiga prinsip dasar ABC, yaitu “Accurate” (Akurat), “Benchmark” (Tolok ukur), dan “Comprehensive” (Menyeluruh).

Dengan kata lain, ia mengemukakan bahwa data sensus penduduk 2020 harus akurat, sehingga bisa dijadikan sebagai tolok ukur, karena hal tersebut memiliki cakupan yang komprehensif sehingga di perlukan pembekalan dan pelatihan bagi para petugas.

TRENDING :  Hardiknas, Pemkab Kudus Beri Penghargaan Pelajar Berprestasi

Kegiatan pelatihan  dibagi menjadi 3 golongan. Setiap golongan terdiri dari 3-4 kelas. Sedangkan 1 kelas terdiri 4 tim dengan jumlah kurang lebih 22 peserta dari seluruh desa di Kudus. Gelombang pertama dari Kecamatan  Dawe, Kaliwungu, dan Bae. Sedangkan gelombang kedua dari Kecamatan Kota dan Undaan. Gelombang ketiga dari Kecamatan Jekulo, Mejobo, Gebog, dan Jati.

TRENDING :  Tanamkan Sikap Toleransi ke Siswa Melalui Perayaaan Imlek Bersama

“Pemeta bertugas membuat batas SLS (Satuan Lingkup Setempat) atau yang lebih dikenal dengan sebutan RT, melakukan geotagging (pemotretan) di batas SLS, menghitung muatan dokumen Lembar Kerja Tugas Muatan (LKM) dan daftar identifikasi wilayah,” kata Agus Sudibyo, Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Jawa Tengah dalam sambutannya.

Agus, menambahkan, ketika terjun ke lapangan hasilnya harus benar-benar valid. Karena data yang dihasilkan digunakan selama 10 tahun ke depan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk persiapan SP2020. Ketika petugas melaksanakan pendataan tidak ada data yang terlewat atau dobel,” tandas Adriansyah Miftahul Huda, inda (instruktur daerah) Kecamatan Jekulo.

TRENDING :  Keluarga Penerima Manfaat di Kudus Mulai Terima Bantuan Pangan Non Tunai

 “BPS Kudus sudah punya peta analog. Saat ini sedang mengembangkan peta digital untuk memudahkan pencacah. Domain pelatihannya untuk memutakhirkan wilayah kerja statistik (wilkerstat)” lanjutnya.

Umar Faruq , KSK (Koordinator Statistik Kecamatan) Jekulo menjelaskan bahwa pelatihan ini ada 3 subjek. 1. Pemeta, 2. Pengawas dan 3. Koordinator lapangan (korlap). Untuk penugasan ke lapangan di mulai tanggal 22 April – 22 Mei 2019.

“Diharapkan lewat pelatihan ini bagi pemeta, pengawas, dan korlap siap menghadapi  SP2020” tutup Solikah pemeta dari Bulungcangkring. (ZAM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :