Ratusan Warga Padati Tradisi Sewu Sempol di Desa Kandangmas Kudus

oleh
ISKNEWS.COM
Kegiatan sewu sempol di Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, Kamis (10-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat Kudus memiliki sebuah tradisi mendoakan arwah leluhur yang secara umum atau yang dikenal sebagai kegiatan kenduri masal. Acara tahunan ini banyak dilaksanakan di berbagai daerah di Kabupaten Kudus. Salahkah yang dilakukan di Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Pada Kamis (10-05-2018), ratusan warga Kandangmas dan sekitarnya berbondong-bondong memadati kawasan makam Keramat Dewi Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku. Tak lupa mereka membawa sebuah ingkung (Kirim ayam utuh yang di masak opor -red) dengan nasi putih, yang nantinya akan didoakan dan diolah di kawasan makam keramat tersebut. Selain itu, mereka juga membawa kembang setaman dan uang untuk sedekah.

Ketua pengelola Makam Keramat Masin, ARTH H Sumartono Rekso Pranoyo yang ditemui isknews.com mengatakan tradisi seribu sempol ini merupakan sebuah warisan turun temurun telah ada sejak dulu dan terus dilestarikan sampai saat ini.

“Acara ini merupakan acara ritual rutin yang dilakukan pada bulan kamis terakhir di bulan Sya’ban. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari peringatan dari Raden Ayu Nawangsih,” kata Sumartono.

Kegiatan ini dimulai dengan penyerahan dupa atau menyan dari orang-orang dari desa yang merupakan wujud simbolis dari acara-acara ini. Setelah itu, barulah memulai kegiatan doa bersama mendoakan arwah leluhur. Dan diakhiri dengan tradisi sewu sempol.

Menurutnya, keunikan dari kegiatan ini terletak pada tradisi mensedekahkan sempol atau paha ayam, yang nantinya akan kumpulkan dalam suatu tampat untuk membuat suatu gunungan. Gunungan sempol inilah yang kemudian disebut tradisi sewu sempol. Setelah dikumpulkan dan didoakan, ingkung tersebut kemudian di bawa pulang kembali ke rumah masing-masing.

“Inti dari tradisi ini adalah mendoakan arawah leluhur secara masal. Saya berharap dapat memberikan lestari di tengah-tengah masyarakat Kandangmas. Tak hanya lestari, saya akan dapat kembali ke desa Kandangmas,” kata Ketua panitia, Reno Agung. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Supaya Dikenal, Pedagang Pasar ini Ingin Ada Papan Nama di Pinggir Jalan