Raup Untung Dari Budidaya Jambu Madu Deli

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Keberadaan jambu air jenis madu deli saat ini tengah menjadi incaran masyarakat. selain rasanya yang manis jambu ini juga mempunyai ukuran buah yang lebih besar dibandigkan dengan jambu air lainnya. bahkan, untuk harganya sendiri juga lebih mahal.

Seperti halnya Zuli Agus bahrudin Warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong yang sudah bertahun-tahun membudidayakan jambu madu deli. Hasilnya pun melimpah, bahkan banyak warga yang justru memetik buahnya secara langsung dari pohon.

TRENDING :  1185 Petugas Sensus Ekonomi Bacakan Ikrar Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2016 Kudus

“Untuk buahnya sendiri kan memang tidak musiman. Asalkan perawatannya maksimal, pohon akan terus berbuah. Sifatnya bergantian,” terangnya, Senin (4/11/2018).
Ditambahkan pula, dari satu pohon dalam sekali panen, menghasilkan 10-20 kilogram buah. Sejauh ini pemasaran jambu air tanpa biji dan berasa manis tersebut dipasarkan secara online maupun ke pengepul. Selain itu juga dijual secara langsung kepada pemesan yang ada di wilayah Pati.

TRENDING :  Semarak Songsong Hari Baru, Alun Alun Pati Bak Lautan Manusia

Menurutnya, dalam proses budidaya jambu madu deli ini, dia mengaku benar-menar mengutamakan kualitas rasa. Sehingga, untuk bibitnya sendiri diambil langsung dari Medan. Sementara untuk proses pembesarannya, diakui cukup mudah. Apalagi, jenis jambu tersebut tidak terpatok pada letak geografis.

“Mau ditanam di manapun, jambu madu deli ini akan tetap hidup. Tetapi tergantung perawatan, kalau perawatannya tidak maksimal, ia akan sulit untuk berbuah. Jangan lupa pula untuk dilakukan penyiraman secara rutin,” imbuhnya.

TRENDING :  FKPPI SOSIALISASI HIV AIDS

Kedepan, pihaknya juga mempunyai pandangan untuk mengembangkan wisata perkebunan jambu yang dipadukan dengan wisata perkebunan jeruk pamelo. Apalagi, lokaso kedua kebun tersebut berdekatan, sehingga sangat potensial untuk menjadi wisata perkebunan.

“Kami memang mempunyai arahan ke sana. Jadi, nanti bisa satu paket, wisata jambu dan jeruk pamelo. Kebetulan juga, Desa Bageng sudah terkenal dengan sentra jeruk pamelonya,” tandasnya. (WR/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :