Regrouping Sekolah Minim Siswa Dinilai Gagal, Disdikpora Kudus Rintis Sekolah Unggulan

Regrouping Sekolah Minim Siswa Dinilai Gagal, Disdikpora Kudus Rintis Sekolah Unggulan

Kudus, isknews.com – Langkah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus meregrouping sekolah yang minim murid beberapa tahun terakhir hampir dipastikan gagal . Hal itu dikarenakan salah satunya penolakan dari warga setempat yang menginginkan sekolah tersebut tetap ada dan diberdayakan sehingga ke depannya masih memiliki murid.

sd

Melihat demikian yang terjadi Disdikpora Kudus mulai memikirkan program lain yakni merintis sekolah unggulan di Desa. Adanya sekolah unggulan tersebut sebagai alternatif solusi mengatasi banyaknya sekolah khususnya SD di Kudus yang minim siswa. Hal itu dijelaskan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo melalui Kabid Pendidikan Dasar Kasmudi saat ditemui di kantornya, Kamis (25/8).

Menurutnya langkah yang diambil pihaknya sudah sesui ketentuan Permendikbud Nomor 23 tahun 2013 tentang rasio jumlah siswa dan guru. Sesuai dengan aturan yang berlaku jumlah murid per kelasnya minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa. ”Karena program regrouping tidak berhasil maka dirintis sekolah unggulan sebagai solusi alternatif,” jelasnya.

BACA JUGA :  Siswa SMA 1 Peringati Hari Guru Dengan Cara Unik

Kasmudi menambahkan, selain sebagai alternatif solusi regrouping yang terkesan memaksa siswa pindah sekolah, rintisan sekolah ini juga sebagai pilihan bagi orang tua murid dan siswa untuk memilih sekolah mana yang lebih berkualitas. ”Perlahan tapi pasti orang tua dan siswa akan beralih masuk ke sekolah unggulan karena pertimbangan fasilitas dan kualitas,” imbuhnya.

Kasmudi juga menjelaskan, penunjukan sekolah unggulan dilihat dari berbagai kriteria, di antaranya letak geografis, fasilitas penunjang dan lain sebagainya. ”Tentu saja dengan berkoordinasi masing-masing UPT kecamatan,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post