Rehabilitasi Jembatan Berugenjang – Wonosoco Terkendala Kondisi Tanah Berlumpur

by

Kudus, isknews.com – Rehabilitasi Jembatan Berugenjang – Wonosoco, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, terkendala oleh kondisi tanah yang berlumpur. Akibatnya pelaksanaan pekerjaan jembatan yang melintang di Sungai Londo ini berjalan lamban, dikarenakan sejumlah tiang pancang yang dipasang, ambles hampir rata dengan dasar sungai. Jembatan yang menghubungkan dua desa ukuran 15 x 6 meter ini, menelan beaya sebesar Rp 3,210 M.

Menurut pelaksana dari rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, saat ditemui isknews.com, Sabtu (07/09), tiang pancang dengan ukuran tinggi 12 meter, akan digunakan untuk penyangga abudmen atau dinding penyangga utama badan jembatan. Sehingga penanamanya di kedua sisi sungai tidak seluruhnya, disisakan sesuai ketinggian abudmen. “Namun karena kondisi tanah di dasar sungai yang meskipun kelihatan keras, ternyata bercampur dengan lumpur. Akibatnya tiang pancang itu ambles. Jumlah tiang pancang yang terbuat dari cor itu yang ditanam sudah ada enam batang.”

Dengan kondisi tanah seperti itu, para tukang pun harus bekerja ekstra keras membangun jembatan dengan ukuran panjang 15 meter dan lebar 6 meter itu. Itu karena tanah tebing sungai juga rawan longsor, sehingga harus membuat tambak dari bambu. Untuk memasang tiang bambu itu pun harus diikat dengan kuat, karena kalau tidak, akan mengalami nasib sama seperti tiang pancang yang terbuat dari cor, ambles perlahan-lahan.
“Beginilah keadaan medan yang kami hadapi, pekerjaan tidak bisa berjalan cepat. Belum lagi nanti kalau sudah musim hujan. Targetnya abudmen dan pemasangan glagar jembatan harus sudah jadi,” ujar pelaksana yang tidak mau disebutkan namanya itu.

KOMENTAR SEDULUR ISK :