Rembang Ditetapkan Sebagai Sumber Bibit Sapi PO

oleh

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Kabupaten Rembang telah ditetapkan sebagai sumber bibit sapi Peranakan Ongole oleh Kementrian Pertanian. Penetapan tersebut secara resmi tertuang di dalam Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Pertanian Nomor 404/Kpts/PK.010/7/2017.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Suratmin kepada isknews.com, Selasa (26/9/2017) mengatakan dengan SK tersebut artinya sapi- sapi yang berasal dari wilayah Kabupaten Rembang dalam hal ini Kecamatan Kragan sudah tersertifikasi. Dari segi kesehatan sapinya sudah terjamin.

“Dengan SK ini artinya sapi- sapi yang di sana sudah tersertifikasi. Bibit- bibit sapi indukan di sana sesuai penelitian menunjukkan terbebas dari penyakit menular,” jelasnya.

TRENDING :  Dana Desa Hampir Terserap 100 persen, Desa Diminta Lebih Kreatif dan Produktif

Rembang menjadi kabupaten ke dua setelah Kebumen yang telah ditetapkan sebagai wilayah sumber bibit sapi PO di Jawa Tengah. Sedangkan pada jambore peternakan di Cibubur 24 September 2017 kemarin selain kabupaten Rembang, Buleleng juga ditetapkan sebagai sumber bibit sapi Bali, Nusa Tenggara Barat ditetap sebagai wilayah bebas dari penyakit anjing gila dan yang terakhir pulau Nusa Dua Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Dua Lembongan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali ditetapkan sebagai wilayah bebas dari penyakit Septicaemia Epizootica pada sapi Bali.

TRENDING :  Budaya Lokal Diangkat Dalam Kartini Fair

Efek positif dari suatu wilayah yang ditetapkan sebagai sumber bibit sapi potong ini diantaranya akan mempengaruhi tingkat harga jual dan kepercayaan para konsumen atau pembeli. Pasalnya kualitas dari sapi- sapi di sana sudah terjamin yang mana akan dilengkapi dengan sertifikat.

“Nanti akan kami tindak lanjuti dengan sapi- sapi yang dihasilkan itu dengan sertifikat, sehingga nantinya lebih menjamin bibit dari sana itu bagus. Harapannya ya tentu saja nilainya akan meningkat,” ujarnya.

Ia menyebutkan harga sapi dari Kebumen sendiri yang tersertifikasi rata- rata mencapai Rp. 25 juta sampai Rp. 30 juta. Sedangkan harga rata-rata sapi PO biasa hanya di kisaran Rp.10 juta sampai Rp.12 juta.

TRENDING :  Perkokoh Budaya Literasi Dengan Pesta Buku

Dengan harga jual yang bisa naik cukup signifikan tersebut diharapkan bisa semakin meningkatkan kesejahteraan peternak. Namun yang perlu diperhatikan peternak harus benar- benar menjaga kesehatan sapi dan termasuk tidak sembarangan menjual sapinya karena sebagai sumber bibit.

Di Kragan memang cukup banyak peternak sapi PO, seperti di desa Ngasinan, Mojokerto dan Kendalagung misalnya. Menurut data dari Dintanpan Kabupaten Rembang untuk populasi sapi yang sebagian besar sapi PO ada sekitar 8.536 ekor.(Mcs)

KOMENTAR SEDULUR ISK :