Rendemen Tinggi, Petani Tebu Mandiri Kudus Pilih Jual Tebu Keluar Daerah

Kudus, isknews.com – Penjualan tebu oleh petani tebu di Kabupaten Kudus ke luar daerah, masih saja terjadi. Dengan alasan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan Pabrik Gula (PG) Rendeng, sejumlah petani tebu di Kudus itu lebih memilih menjual hasil tanamannya ke PG Trangkil dan PG Pakis Baru, di Kabupaten Pati.

Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan (Kabid Hut-Bun) Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Harnawa, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Kamis (05/9), membenarkan hal itu. Menurut dia, pengiriman tebu ke luar daerah itu tidak dapat dicegah, dikarenakan pelakunya adalah petani tebu mandiri yang tidak keterikatan kerjasama atau kemitraan dengan PG Rendeng Kudus. “Karena tidak adanya keterikatan kerjasama itulah, para petani tebu mandiri itu bisa menjual tebunya ke PG mana saja.”

Baca Juga :  Camat Jekulo Hadiri Panen Raya desa Bulung Cangkring Disaksikan Komandan Kodim 0722 Kudus

Pada musim giling tahun ini, berdasarkan data yang dari masing-masing PG mengenai rendemen, untuk PG Rendeng mengalami peningkatan, yakni dari 4,00% pada Juni 2016 (semester I), menjadi 5,5% pada Agustus 2016 lalu. Sementara untuk PG Trangkil dan PG Pakis Baru, angka rendemen masing-masing mencapai 6,63% dan 5,85%.

Menyikapi kondisi tersebut, ungkapnya lanjut, pihak dinas berupaya melakukan pemantauan, terutama menyangkut jumlah areal luas tanaman tebu yang dijual keluar daerah itu. Data yang ada di pihaknya, dari jumlah areal tanaman tebu petani tebu mandiri, mencapai sekitar 330 hektare. Dari areal seluas itu yang dijual ke PG Trangkil seluas 191,42 hektare dan ke PG Pakis Baru, seluas 147,99 hektare dengan produksi masing-masing 12.671, 80 ton dan 8.880,079 ton, pada musim giling 2016.

Baca Juga :  Petani Tunda Garap Sawah, Akibat 250 Hektar Sawah Terendam Banjir

“Sedang tanaman tebu yang disetorkan ke PG Rendeng oleh petani tebu kemitraan di Kudus, sampai dengan akhir bulan lalu, untuk luas arealnya 1.141,07 hektar, produksi sebesar 71.887,60 ton.” Mengenai luas areal tanaman tebu di seluruh Kabupaten Kudus, mencapai sekitar 6.237 hektar dengan produksi sebesar 370,828 ton, tersebar di 8 kecamatan. Areal terluas di Kecamatan Jekulo, 1.761 hektare, disusul Kecamatan Dawe dan Kecamatan Gebog, masing-masing 1.577,50 dan 1.009,30 hektare. ”Satu-satunya kecamatan yang tidak terdapat tanaman tebu, adalah Kecamatan Undaan,” jelas Kabid Hut-Bun Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus itu.(DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?