Residivis Empat Kali, Gengkong Kembali Diamankan

Residivis Empat Kali, Gengkong Kembali Diamankan

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – AS (40) atau Gengkong akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Satreskrim Polres Jepara. Pelaku pencurian spesialis kendaraan bermotor di Jepara terpaksa di tembak kakinya oleh petugas Satreskrim Polres Jepara.

Gengkong diketahui merupakan penjahat kambuhan. Dari data kejahatannya, dia sudah empat kali masuk penjara karena beberapa kasus perampokan dan perampasan. Terakhir diriya menjadi ahli pencurian kendaraan bermotor jenis scoopy sebagai spesialisasinya.

TRENDING :  Disdukcapil Pati Bebaskan Denda Administrasi Bulan Ini

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKP Suharto mengungkapkan, tersangka melakukan pencurian sepeda motor Scoopy milik Nor Istianah di Kantor KB Bangsri. Genkong yang merupakan warga Desa Jinggotan, Kembang melakukan aksinya dengan menggunakan kunci ‘T’. Motor Istianah, warga Bangsri saat itu menjadi sasarannya. Meski sempat membawa lari kendaraan, akhirnya pelaku bisa ditangkap.

“Kasus ini bermula dari laporan kehilangan sepeda motor milik Istianah warga Desa Bangsri. Dari itu kita lakukan penelusuran kepada sejumlah residivis yang sudah keluar dari penjara. Hingga akhirnya mengarah kepada tersangka Gengkong ini,” jelasnya.

TRENDING :  Akhirnya Warga Kudus Yang Tenggelam di Pantai Bondo Di Temukan

Sementara itu, dalam gelar perkara, Gengkong mengaku membuat sendiri seperangkat kunci T yang digunakannya. Dengan kunci tersebut dirinya mengaku bisa menguasai sepeda motor dalam waktu paling lama 20 detik. Keahlian ini diperolehnya saat berada di penjara.

Gengkong mengaku dirinya terpaksa mencuri sepeda motor lantaran terdesak kebutuhan. Gengkong mengaku terpaksa melakukan kejahatan setelah selama 17 bulan tidak melakukannya usai menjalani hukuman pada 2016 lalu. Apalagi istrinya tengah hamil. Dirinya mengaku melakukan pencurian sesuai dengan pesanan, Biasanya setiap motor dihargai Rp2 juta. “Terpaksa melakukan ini karena punya hutang dan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar pria yang mengaku bekerja sebagai serabutan ini. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post