Resmi Jadi Terminal Tipe-A PAD Akan Lebih Ditingkatkan

Kudus, isknwes.com – Setelah resmi pengengelolaanya diambil oleh pemerintah pusat dan berstatus Terminal Tipe-A, Terminal Bus Induk akan dijadikan sebagai salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus, bahkan akan lebih ditingkatkan dibandingkan saat masih di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Kepala Teminal Tipe-A  Kabupaten Kudus, Suwarno, yang dihubungi isknews.com,  Kamis (13/10), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, serah terima pengelolaan Terminal Tipe-A Kabupaten Kudus, dari Pemkab melalui SKPD terkait, yakni Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, kepada Kementrian Perhubungan RI, sudah dilakukan pada September 2016 lalu dan sejak awal Oktober 2016, berada di bawah naungan Kemenhub RI. Status pegawai yang berjumlah 16 orang, juga resmi sebagai pegawai pemerintah pusat. “Namun pengambilalihan pengelolaan Terminal Tipe A Kabupaten Kudus oleh pemerintah pusat, secara resmi akan berlaku pada 1 Januari 2017.”

Baca Juga :  Pembinaan Penerima Bantuan Keuangan Gubernur Jawa Tengah

Diterangkan selanjutnya, kewenangan pemerintah pusat terhadap Terminal Tipe-A Kabupaten Kudus, tidak termasuk retribusi parkir dan fasilitas yang ada di dalam terminal tersebut. Pendapatan retribusi tetap disetorkan ke kas daerah Pemkab Kudus, sebagai salah satu sumber PAD. Terkait hal itu, pihaknya bertekad untuk lebih meningkatkan kontribusi PAD tersebut, setelah status Terminak Induk Kudus meningkat dari Tipe-C menjadi Tipe-A.

“Pada tahun anggaran (TA) 2016 ini, pendapatan Terminal Tipe-A Kabupaten Kudus, ditetapkan sebesar Rp 456 juta, sampai dengan awal Oktober 2016, sudah terealisir sebesar 85 %. Kami akan berusaha keras agar bisa mencapai target 100%. Pada 2015 lalu, dengan target yang sama, bisa terealisasi sebesar 98%.”

Baca Juga :  Tradisi Perawatan Rumah Pencu di Kudus Kulon

Mengenai sumber retribusi, sudah tentu diperoleh dari retribusi kendaraan angkutan umum, mulai dari bus, angkutan pedesaan, ditambah kendaraan pengunjung terminal, serta sewa kios yang jumlahnya 90 unit. Persyaratan untuk bisa disebut sebagai Terminal Tipe-A, adalah menjadi tempat singgah bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), serta angkutan umum reguler. Jumlah bus AKAP dan AKDP yang masuk ke Terminal Tipe-A Kabuten Kudus, rata-rata mencapai 80 sampai 100 unit.

“Tarif yang diberlakukan, untuk semua jenis bus Rp 2500 sekali masuk, angkudes yang jumlahnya sekitar 250 unit, Rp 500, sepeda motor dan mobil pribadi pengunjung terminal masing-masing Rp 1000 dan Rp 1500. Sedangkan sewa kios, Rp 100 per meter persegi, atau Rp 1200 per hari, untuk kios ukuran 3×3 meter, “ jelas Kepala Terminal Tipe-A Kabupaten Kudus itu.(DM)

Baca Juga :  Hendak Berburu Biawak, Tewas Tertembak Senjata Sendiri

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?