Respon Keluhan Pasien RSUD Bentuk Tim Khusus Keperawatan

oleh
Respon Keluhan Pasien RSUD Bentuk Tim Khusus Keperawatan
Foto: Para peserta Sosialisasi Implementasi Sistem Pelayanan Keperawatan Berbasis Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) sedang menyimak paparan yang disampaikan, beberapa waktu lalu. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Menejemen RSUD RAA Soewondo Pati akhirnya merespon keluhan pasien dan masyarakat atas asuhan keperawatan yang kurang optimal. Pihaknya kini merintis perbaikan melalui sistem pelayanan keperawatan yang berbasis metode asuhan keperawatan profesional (MAKP) dengan metode tim.

Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan RSUD RAA Soewondo Hartotok menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi implementasi sistem MAKP dengan metode tim di aula rumah sakit, baru-baru ini. Menurutnya, proyek perubahan itu bagian dari inovasi pihaknya dengan inisiasi Kasi Keperawatan Rawat Jalan Siti Rahayu.

TRENDING :  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja

“Inovasi ini untuk perbaikan demi memenuhi harapan masyarakat. Peningkatan pelayanan terus diupayakan agar sejalan dengan RPJMD Pati, yakni pelayanan kesehatan prima,” ujar Hartotok, yang menjadi mentor Siti Rahayu dalam proyek tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, inovasi yang berorientasi pada penyempurnaan pelayanan kepada pasien, keluarga, dan masyarakat menjadi keharusan. Mengingat, RSUD RAA Soewondo Pati telah ditetapkan Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan di daerah pantura timur.

Sistem pelayanan keperawatan yang berbasis dengan metode tim, ujar Siti Rahayu, diterapkan di ruang rawat jalan dan instalasi terkait, yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Kamar Bersalin (IKB), Instalasi Hemodialisa (IHD), Instalasi Bedah Sentral (IBS), dan Instalasi Anestesi.

TRENDING :  Perawat Honorer Dan K2 Merasa Lega Setelah Bertemu DPR RI

Dia memaparkan, penerapan tersebut tidak sekaligus namun bertahap. Prosesnya mulai jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Untuk jangka pendek penerapan metode tim di rawat jalan IGD, IKB, dan IHD. Sedangkan jangka menengah di IBS dan instalasi anestesi. Target jangka panjang kami, penerapan metode tim terintegrasi dengan baik di IGD, IKB, IHD, IBS, dan Instalasi Anestesi,” jelasnya.

TRENDING :  Keluarga Terdakwa Kecewa Atas Vonis Hakim

Wanita yang akrab disapa Yayuk ini mengungkapkan, metode tim merupakan penugasan. Setiap tim terdiri atas anggota yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien.

“Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3 tim yang terdiri atas tenaga profesional, teknikal, dan pembantu yang saling membantu,” katanya.

Adapun tujuan penugasan keperawatan metode tim, lanjut dia untuk memberikan keperawatan yang berpusat pada pasien. Anggota tim bertanggung jawab melaksanakan asuhan keperawatan berdasar rencana asuhan keperawatan yang telah dibuat.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :