Ribuan Buruh PR. Gentong Gotri Terima Uang Jaminan Kesehatan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Hari ini sebanyak 1.151 buruh PR. Gentong Gotri menerima pembayaran uang sisa iuran jaminan kesehatan yang dahulu dikelola oleh Pusat Koperasi Karyawan Industri Rokok Kudus (PKKIRK) yang telah lama di serahkan kepada pemilik perusahaan tersebut.

Para buruh itu hari ini menerima uang sebanyak Rp. 100.000,- per orang dan diterimakan di Gedung Forum Pengsaha Rokok Kretek Kudus yang ada di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Megawon, Jati, Kudus, Rabu (28/11/2018).

Alot dan lamanya penyerahan uang iuran (semacam Jaminan hari Tua) bagi buruh itu menurut kuasa hukum para buruh PR Gentong Gotri, Daru Handoyo, akibat pemilik perusahaan sedang sakit dan dirawat di Singapura.

TRENDING :  “Hymne Guru” Mengalun Haru Di HUT PGRI Kecamatan Bae

“Ini saja penyerahannya masih separoh dulu dan besok bulan Desember mereka akan menerima lagi kekurangannya,” ujar Daru Handoyo di Lokasi.

Dijelaskannya, JHT ini merupakan hak pekerja yang telah diberikan Pusat Koperasi Karyawan Industri Rokok Kudus (PKKIRK) kepada perusahaan.
“Berdasar perhitungan pengembalian dana JHT PR Gentong Gotri dari PKKIRK setelah di kurangi tunggakan dan pinjaman perusahaan adalah sebesar Rp 265 juta, yang di transfer ke rekening perusahaan berkantor di Semarang. Pengembalian JHT ini dilakukan PKKIRK, setelah koperasi itu tutup pada Desember 2017,” terang Daru.

Diungkapkannya, PR Gentong Gotri sudah sekitar dua tahun ini mengalami kesulitan finasial, sehingga kegiatan produksinya terganggu. Terdapat 1.551 pekerja terancam PHK. Tanggungan perusahaan tidak hanya uang JHT Buruh saja, akan tetapi yang lebih utama dan lebih penting adalah kapan dilakukan pembayaran uang pesangon tersebut.

TRENDING :  Inilah Alasan Dibalik Tidak Dikupasnya Kulit Tebu

Kami saat ini masih melakukan upaya negosiasi untuk pembayaran uang pesangon yang belum dicairkan kepada 1151 buruh pekerja PT Gentong Gotri.

“Saat ini kami masih menegosiasi. Menurut saya, dari pihak perusahaan sudah ada i’tikad baik. Karena saat ini sudah muncul angka presentase besaran yang ditawarkan oleh mereka untuk membayar uang pesangon buruh. Meskipun itu terbilang sedikit,” tuturnya.

Ia mengatakan, setelah pencairan uang jaminan hari tua (JHT) tahap kedua Desember nanti, rencananya baru membicarakan tentang uang pesangon. Disebutkan dia, sesuai surat anjuran dari Dinasnaker itu secara normatif perusahaan harus mengembalikan upah buruh sebanyak Rp 40,2 miliar.

TRENDING :  Disdikpora Kudus Jadi Sasaran Polisi Langsungkan Sosialisasi

“Hanya saja, dari perusahaan hanya mampu membayar Rp 25 miliar, kalau yang 25 persen itu disetujui mudah-mudahan segera dibayarkan kepada para buruh yang telah bertahun-tahun menunggu upah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Aminah mengatakan masih menunggu pencarian uang pesangon. Ia mengaku bekerja di perusahaan itu sudah sekitar 20 tahun lebih.
Namun pada tahun 2012 lalu perusahaan itu mulai kolaps. Akhirnya hingga dua tahun terakhir ini perusahaan itu benar-benar tidak berproduksi lagi. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :