Ribuan Warga Berebut Gunungan Bulusan

oleh
Ribuan warga yang tengah merebutkan gunungan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jumat (22-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Hari Jumat (22-06-2018) menjadi pucak dari festival budaya bulusan. Sejak pagi, telah terlihat ribuan warga yang tumpah ruah memadati kawasan Petilasan Mbah Dudo yang terletak di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo Kudus.

Kedatangan ribuan warga ini seacara khusus untuk menyaksikan kirab gunungan dan pemberian makan bulus yang menjadi inti dari festival bulusan. Ketua Forum Peduli Kemaslahatan Masyarakat (FPKM), Sulaiman, mengatakan tradisi bulusan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Hanya saja, pada tahun ini, secara perdana tradisi bulusan dikemas secara lebih menarik dan meriah.

TRENDING :  Kirab Gunungan Hasil Tanam Sebagai Simbol Warga Rahtawu Mencintai Gunungnya
Salah seorang warga Desa Hadipolo yang mendapatkan beberapa sayuran dari gunungan bulusan, di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jumat (22-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

 

“Acara pada hari ini dibuka dengan tari kretek dari anak-anak Desa Hadipolo, lalu dilanjutkan dengan kirab gunungan. Tidak hanya diarak keliling Dukuh Sumber, gunungan dari perwakilan masing-masing RT dan FPKM ini juga di lombakan,” ungkapnya.

Lanjut Sulaiman, dalam kirab tersebut perwakilan setiap RT berlomba-lomba menampilkan bakat yang dimiliki. Ditutrkannya, dalam festival bulusan kali ini memang secara khusus menampilkan bakat dan potensi dari Dukuh Sumber. Tidak hanya potensi hasil bumi, namun juga potensi keahlian dari sumber daya manusianya juga.

TRENDING :  Museum Kretek Optimistis Target Pendapatan Tercapai

Setelah itu, barulah masuk ke dalam acara inti yakni tradisi memberi makan bulus atau bulusan. Secara simbolis dilakukan Kepala Desa Hadipolo dan Juru Kunci Petilasan Mbah Dudo memberikan makan berupa kupat dan lepet pada salah satu bulus, yang konon merupakan jelmaan murid Mbah Dudo.

Dalam acara ini juga disuguhkan pentas drama kisah Dukuh Sumber yang berhasil menyedot perhatian pengunjung. Acara nan periah ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Juru Kunci Petilasan Mbah Dudo, Sirojuddin.

TRENDING :  Ratusan Pedagang Sudah Mulai Mendirikan Stan Dandangan

Setelah doa bersama, ribuan warga darai berbagai daerah ini tumpah ruah memasuki pelataran petilasan Mbah Dudo untuk merebutkan gunungan. Aksi desak-desakanpun tidak terelakkan.

Masroah (50), warga Desa Kesambi yang ikut merebutan gunungan, merasa bahagia karena berhasil mendapatkan beberapa sayuran. Rencananya sayuran tersebut akan dimasak dan dihidangkan untuk keluarganya. (NNC/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :